Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Rabu, 06 April 2011

Enam Jalur Pendakian Terbaik di Asia



Sebagai sebuah percampuran antara benua yang besar dan ekspansif dengan negara-negara kepulauan, Asia adalah lanskap geologis yang dinamis.

Ditambah lagi adanya aktivitas vulkanik di Kepulauan Pasifik. Hasilnya adalah tempat yang fantastis bagi para pejalan dan pendaki.

Kawasan ini memiliki banyak pemandangan indah, dari pantai-pantai yang hangat, hutan tropis, hingga pegunungan bersalju. Kali ini, kami menyoroti jalur pendakian yang mendekatkan Anda pada alam. Dan inilah daftar enam jalur pendakian terbaik di Asia.

Jalur Pantai Abel Tasman, Selandia Baru



Kredit foto - patleahy

Selandia Baru mungkin adalah salah satu negara terbaik di dunia untuk pendakian, sehingga akan salah besar jika saya tidak  memasukkannya ke daftar ini. Meski ini pilihan yang sulit dan setiap orang punya opini pribadi, saya tetap pada pilihan favorit saya di Abel Tasman.

Berputar-putar sepanjang pesisir barat laut pulau Tasmania, Anda akan mendapatkan rute yang lumayan datar dan terus-menerus memberi Anda pemandangan laut. Tetapi, Anda tetap bisa menjelajahi flora dan fauna di sekitar situ. Menyeberangi sungai laut dan aliran air akan membuat perjalanan semakin seru, tapi sisakanlah waktu untuk duduk bersantai di beberapa pantai yang nyaris kosong dan masih bersih di sepanjang jalan.

Wilson Trail, Hong Kong



Kredit foto - yunmeng

Tak jauh dari kumpulan lampu neon dan asap polusi Hong Kong, ada jalur pendakian yang menarik. (Siapkan saja masker wajah jika Anda sensitif terhadap polusi). Anda bisa berjalan menuju New Territories untuk jalur pejalan kaki yang panjang dan berpemandangan indah, tapi Anda juga bisa menemukan jalur pendakian di Pulau Hong Kong.

Pilihan populer adalah Wilson Trail, jalur sepanjang 87 km dari Stanley di pulau sampai ke Nam Chung di Semenanjung Kowloon. Jalur ini akan melelahkan, tapi pemandangan yang akan Anda dapati dari puncak-puncak di sepanjang rute ini akan sebanding dengan usaha Anda.

Tebing Harimau Melompat, Cina



Kredit foto - hectorgarcia

Jika Anda menginginkan sebuah petualangan Cina yang luar biasa, maka pergilah ke Tebing Harimau Melompat. Di sana, Anda bisa mendaki sambil melihat lanskap menarik di salah satu tebing sungai terdalam di dunia. Dengan panjang 15 km, tebing ini diberi nama "Harimau Melompat" karena seekor harimau legendaris pernah melompat dari pinggir tebing untuk menyelamatkan diri dari seorang pemburu. Tetap saja, ini bukan lompatan yang mudah, karena pada jarak terdekatnya, lebar antartebing adalah 25 meter.

Jalur yang dinamai High Road ini agak sempit, tapi tetap terjaga dan memiliki beberapa perhentian akomodasi. Anda juga bisa berjalan lebih dekat ke sungai sehingga bisa merasakan kedalaman lembah tebing dan melihat air, tapi kadang jalur ini bisa tidak stabil dan kurang aman. Jalur tebing tidak aman untuk pendakian sepanjang hujan di musim panas.

Overland Track, Australia



Kredit foto - rickmccharles

Terletak di kawasan sepanjang 65 km di Australia yang paling indah, Overland Track di Tasmania adalah tempat yang harus Anda kunjungi jika berada di pulau ini. Dari Gunung Cradle sampai Danau St Clair terhampar keajaiban alam, dan di sepanjang jalan Anda bisa melihat beberapa gunung tertinggi di Tasmania dan air terjun indah. Jalur ini juga sangat cocok untuk melihat ekosistem unik di pulau ini. Cukup menantang tapi sepadan jika dibandingkan dengan jalur-jalur serupa di kawasan ini. Pastikan Anda meminta izin sebelumnya dan jagalah kebersihan. 

Pegunungan Pamir, Tajikistan



Kredit foto - acordova

Tajikistan tampaknya mulai jadi tujuan populer, tapi masih sulit dicapai. Percaya atau tidak, Pegunungan Pamir yang menawan dan masih perawan ini menawarkan jalur pendakian dan jalan kaki yang sesuai untuk semua tingkat kebugaran. Anda membutuhkan izin (yang tidak mahal) untuk mengakses jalur-jalur ini. Mengingat jalurnya cukup terpencil, pastikan Anda membawa semua peralatan yang dibutuhkan dan persiapkan diri dengan cara-cara keselamatan di pegunungan. Gharm Chasma dan Julandee adalah titik-titik awal yang bagus untuk menjelajahi daerah ini. Jangan lupa membawa kamera!

Gunung Fuji, Jepang



Kredit foto - molas

Ada ungkapan seperti ini, "Anda bijak jika sekali mendaki Gunung Fuji, tapi bodoh jika mendakinya dua kali." Terletak sangat dekat dengan Tokyo, Gunung Fuji terlihat sangat besar dan sulit, tapi pendaki dari berbagai usia dan tingkat pengalaman sudah mendakinya tanpa kesulitan. Waktu terbaik pendakian adalah Juli-Agustus, cuacanya paling baik dan kebanyakan saljunya sudah meleleh.

Meski begitu, rutenya masih akan cukup berlumpur, jadi sepatu yang bagus harus disiapkan. Melihat matahari terbit di puncak Gunung Fuji adalah pengalaman yang surealis, tak banyak yang bisa membandinginya. Untuk melakukan ini, Anda harus mulai mendaki sejak siang, sehari sebelumnya. Lalu menginaplah di pondok-pondok yang tersedia di sepanjang jalan. Ini adalah pilihan populer; ada banyak pondok yang bisa Anda inapi dan sistemnya sangat mendukung turis. Hanya ingat, setelah Anda selesai, masih ada beberapa jam transportasi sebelum Anda kembali ke akomodasi (jika menginap di Tokyo). Dan itu berarti perjalanan panjang.

Dan jangan ketinggalan...


Anda harus selalu melakukan riset tempat-tempat tujuan Anda, kebutuhan akomodasi serta peralatan, dan tingkat kebugaran sebelum Anda berangkat.

Selamat berjalan-jalan!


Sumber ; http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/83-enam-jalur-pendakian-terbaik-di-asia?cid=today

BeritaTerkiniOnline.com

BeritaTerkiniOnline.com


Laki-Laki Yang Mempunyai 39 Istri

Posted:

Namanya Ziona Chana, berasal dari Negara India. Ziona Chana mempunyai 39 istri, dengan 94 anak dan 33 cucu. Ziona Chana dan keluarganya tinggal di sebuah rumah bertingkat empat yang memiliki 100 kamar didalamnya di daerah pegunungan terpencil Negara Bagian Mizoram, India Timur Laut. Ziona Chana yang juga menjadi pemimpin suku Chana ...

Tips Merawat Rambut

Posted:

Rambut adalah mahkota yang harus dijaga. Rambut yang kemilau pertanda rambut sehat. Makanya rambut penting di jaga agar selalu terlihat sehat dan bercahaya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar rambut tampak sehat dan bercahaya, antara lain: 1. Jika mungkin, gunakan topi untuk melindungi rambut dari cahaya matahari secara langsung. 2. Gunakan shampoo ...

Selasa, 05 April 2011

Dapatkan Informasi Lowongan Kerja Dikirim ke Email Anda, GRATIS!

Segera dapatkan informasi Lowongan Kerja di Email anda ini, GRATIS!!!
Segera konfirmasikan alamat email anda dengan meng-klik link yang ada di
bawah ini :

http://feedburner.google.com/fb/a/mailconfirm?k=tO5GDn4YoI1_804YqWff9vaCouQ

Kami akan segera mengirimkan email ke anda setiap ada lowongan kerja yang
tersedia.

Jika link tidak berfungsi atau anda tidak mengerti cara mengaktifkan email
anda, silakan REPLY email ini tanpa menghapus isi email ini. Kami yang akan
mengaktifkannya!

Sakti Muda Media Networks

--
This message was sent to you by FeedBurner (feedburner.google.com)
You received this message because you requested a subscription to the feed,
Ada Lowongan Terbaru nih buat Kamu!.
If you received this in error, please disregard. Do not reply directly to
this email.

Sudahkah Kita Bersyukur...??

Renungkanlah....!!!













Activate your Email Subscription to: BeritaTerkiniOnline.com

Hello there,

You recently requested an email subscription to BeritaTerkiniOnline.com. We
can't wait to send the updates you want via email, so please click the
following link to activate your subscription immediately:

http://feedburner.google.com/fb/a/mailconfirm?k=Sjke8kWVP3TF_w14G2ShBVdAqT8

(If the link above does not appear clickable or does not open a browser
window when you click it, copy it and paste it into your web browser's
Location bar.)

As soon as your subscription is active, FeedBurner will send a daily email
message if BeritaTerkiniOnline.com has new content.

If you did not request this subscription, or no longer wish to activate it,
take no action. Simply delete this message and that will be the end of it.

Cheers,

BeritaTerkiniOnline.com


--
This message was sent to you by FeedBurner (feedburner.google.com)
You received this message because you requested a subscription to the feed,
BeritaTerkiniOnline.com.
If you received this in error, please disregard. Do not reply directly to
this email.

Tips Agar Tak Terjerat Kartu Kredit

Kartu kredit bukan tambahan utang atau pendapatan.

Selasa, 5 April 2011, 11:44 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews - Asosiasi Kartu Kredit Indonesia menyatakan hingga akhir Februari 2011, pemegang kartu kredit di Indonesia telah mencapai 13,6 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 13 persen dibanding data terakhir yang dipublikasikan di situs AKKI sebanyak 12 juta orang.

AKKI saat ini beranggotakan lebih dari 20 institusi penerbit kartu kredit dengan lebih dari 300 ribu merchant. Sebagai mitra dari beberapa prinsipal seperti American Express, JCB International, MasterCard International, dan Visa, serta bersama bank pengelola kartu kredit, AKKI berusaha meningkatkan kenyamanan bagi pengguna transaksi kartu kredit dalam melakukan transaksi.

Sementara itu, bekerja sama dengan unsur Criminal Justice System, seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung, AKKI juga berusaha meningkatkan keamanan dalam melakukan transaksi kartu kredit bagi pemegang kartu dan merchant.

Meski demikian, menurut Ketua AKKI, Dodit W Probojakti, mengingatkan pengguna untuk selalu memahami manfaat pemakaian kartu kredit itu. Dia pun memberikan tiga tips sederhana terkait penggunaan kartu kredit.

Pertama, kartu kredit bukan tambahan utang atau pendapatan. Kartu kredit merupakan salah satu alat untuk memudahkan transaksi, sehingga pengguna tidak perlu banyak membawa uang tunai. "Tapi, ada tanggung jawab dari pengguna setelah menggunakan haknya dalam bertransaksi, yakni membayar tagihan," kata Dodit kepada VIVAnews.com.

Kedua, kartu kredit harus digunakan secara bijaksana dan disesuaikan dengan pendapatan. "Jangan melakukan transaksi kartu kredit yang melebihi pendapatan pengguna tiap bulannya," ujarnya.

Apalagi, dia menjelaskan, ada ketentuan bahwa pembayaran transaksi kartu kredit minimal 10 persen dari total tagihan. Meski demikian, pengguna kartu kredit di Indonesia rata-rata melakukan pembayaran sekitar 35-60 persen dari total tagihan kartu kreditnya. 

Ketiga, upaya paling baik ketika nasabah menghadapi masalah terkait transaksi kartu kreditnya adalah membicarakannya dengan bank penerbit. "Ini cara paling benar, yaitu bernegosiasi dengan bank penerbit untuk mencari solusi," tuturnya.

Upaya ini, menurut Dodit, juga terkait dengan peristiwa meninggalnya nasabah Citibank beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, nasabah Citibank, Irzen Octa, meninggal setelah mempertanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang membengkak hingga Rp100 juta.

"Kami sangat menyayangkan dan berharap peristiwa ini hanya untuk yang pertama dan terakhir," tuturnya.

Menurut dia, upaya nasabah mendatangi bank penerbit untuk mengklarifikasi tagihan kartu kreditnya sudah benar. "Klarifikasi ini untuk mencari solusi. Tapi, bagaimana kejadian setelah itu, biar penyidik dari kepolisian yang melakukan tugasnya," katanya. (umi)

• VIVAnews

Senin, 04 April 2011

Derita Sesudah Mati - Renungan Pagi

 

Derita Sesudah Mati



Oleh  ; Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin


Ketika orang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia. Itulah alam barzakh, alam kubur. Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa.

Alam barzakh ini pasti dilalui oleh setiap insan, sebelum datangnya hari pengadilan besar yang siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Hari ketika Allah datang untuk mengadili setiap manusia sesuai dengan yang pernah mereka kerjakan. Hari kiamat. Hari yang tidak pernah diharapkan kehadirannya oleh orang kafir, sebab mereka sudah mengetahui dan merasakan kedahsyatannya ketika mengalami siksa hebat di kuburnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak menceritakan keadaan di alam kubur ini. Bahkan Beliau banyak menceritakan tentang siksa yang ditimpakan kepada orang-orang muslim yang bermaksiat.

Beliau pernah menceritakan siksa kubur yang di alami oleh dua orang. Yang satu disebabkan oleh namimah (menghasut dan adu domba). Sedangkan yang lain disebabkan oleh kencing yang tidak bersih.

مَرَّ الَّنبِيُّ صلي الله عليه وسلم عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ. ثُمَّ قَالَ : بَلَى، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَسْعَى بِالنَّمِيْمَةِ، وَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَيَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ...الحـديث – متفق عليه

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau bersabda,"Sesungguhnya keduanya benar-benar sedang di azab. Dan keduanya tidak diazab dalam masalah besar," kemudian Beliau bersabda: "Ya. Adapun salah seorang di antara mereka, dikarenakan ia berjalan dengan menebarkan namimah (adu domba). Sedangkan yang satunya lagi karena tidak menjaga diri dari kencingnya… [Al Hadits].[1]

Suatu hari, setelah shalat subuh, Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang siksa dahsyat yang dialami di kuburnya, yaitu orang yang melalaikan shalat fardhu, orang yang suka berdusta, para pezina dan pemakan riba. Siksa itu terus menerus dialami hingga hari Kiamat. Wal-'iyadzu billah.

Kisahnya dibawakan oleh Samurah bin Jundub Radhiyallahu 'anhu. [2] Ia berkata: Di antara yang sering dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabatnya ialah : "Adakah seseorang di antara kalian melihat sesuatu dalam tidurnya?" Lalu Beliau menceritakan apa saja yang Beliau lihat (dalam tidurnya) sebagaimana yang dikehendaki Allah. Pada suatu pagi (dalam riwayat lain: seusai shalat Subuh), (HR Muslim), dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu 'anhu, Syarh Nawawi (XV/36-37, no. 5896) Beliau bersabda kepada kami :

إِنَّهُ أتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي، وَإِنَّهُمَا قَالاَ لِي: اِنْطَلِقْ. وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا. وَإِنَّا أَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُضْطَجِعٍ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِصَخْرَةٍ، وَإِذَاهُوَ يَهْوِى بِالصَّخْرَةِ لِرَأْسِهِ فَيَثْلَغُ رَأْسَهُ، فَيَتَدَهْدَهُ الْحَجَرُ هَا هُنَا، فَيَتْبَعُ الْجَحَرَ فَيَأْخُذُهُ فَلاَ يَرْجِعُ إِلَيْهِ حَتَّى يَصِحَّ رَأْسُهُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُوْدُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلَ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بِهِ الْمَرَّةَ الأُوْلَى. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : سُبْحَانَ الله، مَا هَذَانِ؟ قَالَ: قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.

"Sesungguhnya malam tadi telah datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: "Berangkatlah!" Lalu aku berangkat bersama keduanya. Kami mendatangi seseorang yang terbaring. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa sebongkah batu. Tiba-tiba orang ini menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring tersebut hingga memecahkan kepalanya. Lalu batu itu menggelinding ke arah sini (ke arah orang yang menjatuhkan batu), maka iapun mengikuti batu itu lalu mengambilnya. Namun ia tidak segera kembali menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring hingga kepala orang tersebut kembali utuh seperti sedia kala. (Ketika kepala orang itu kembali utuh) ia ulangi perbuatannya atas orang yang terbaring itu seperti pada kali pertama.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku bertanya kepada keduanya,'Subhanallah, Mengapa dua orang ini?'." Keduanya berkata kepadaku : "Berangkat lagi, berangkat lagi!"

فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُسْتَلْقٍ لِقَفَاهُ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِكَلُّوِبٍ مِنْ حَدِيْدٍ، وَإِذَا هُوَ يَأْتِي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ. (قَالَ : وَرُبَّمَا قَالَ أبو رَجَاء: فَيَشُقُّ). قَالَ: ثُمَّ يَتَحَوَّلُ إِلَى الْجَانِبِ الآخَرِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بالجَانِبِ الأَوَّلِ، فَمَا يَفْرُغُ مِنْ ذَلِكَ الْجَانِبِ حَتَّى يَصِحَّ ذَلِكَ الْجَانِبُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُوْدُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُوْلَى. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : سُبْحَانَ الله، مَا هَذَانِ؟ قَالَ: قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.

"Kemudian kami berangkat lagi. Kami mendatangi orang yang terlentang pada tengkuknya. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa kait (yang terbuat) dari besi. Tiba-tiba ia datangi sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia robek (dengan kait besi tersebut) mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya. (Perawi berkata: Barangkali Abu Raja –salah seorang sanad hadits ini- mengungkapkannya dengan lafadz "yasyuqqu" (merobek), bukan dengan lafadz "yusyarsyiru").

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia berbuat terhadap sisi wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Aku bertanya kepada kedua malaikat yang menyertaiku itu,'Subhanallah, mengapa dua orang ini?'." Keduanya berkata kepadaku: "Berangkat lagi, berangkat lagi!"

فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ الَّتنُّوْرِ، قَالَ : وَأَحْسِبُ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ : فَإِذَا فِيْهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ. قَالَ: فَاطَّـلَعْـنَا فِيْهِ، فَإِذَا فِيْهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ، وَإِذَا هُمْ يَأْتِيْهِمْ لَهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ، فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : مَا هَؤُلاَءِ ؟ قَالَ : قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.

"Kami berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang (bentuknya) seperti tempat pembakaran (oven). (Perawi berkata: Saya memperkirakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Ternyata di dalamnya ada hiruk pikuk teriakan dan suara-suara."). Beliau SAW bersabda: "Maka kami menjenguk ke dalamnya. Ternyata di dalamnya ada kaum laki-laki dan kaum perempuan yang semuanya bertelanjang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak."
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku bertanya kepada dua malaikat yang menyertaiku,'Siapakah mereka itu?'." Keduanya berkata kepadaku: "Berangkat lagi, berangkat lagi!"

قال: فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى نَهْرٍ حَسِبْتُ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ: أَحْمَر مِثْلِ الدَّمِ. وَإِذَا فِى النَّهْرِ رَجُلٌ سَابِحٌ يَسْبَحُ ، وَإِذَا عَلَى شَطِّ النَّهْرِ رَجُلٌ قَدْ جَمَعَ عِنْدَهُ حِجَارَةً كَثِيْرَةً. وَإِذَا ذَلِكَ السَّابِحُ يَسْبَحُ مَا يَسْبَحَ، ثُمَّ يَأْتِي ذَلِكَ الَّذِى قَدْ جَمَعَ عِنْدَهُ الْحِجَارَةَ فَيَفْغَرُ لَهُ فَاهُ فَيُلْقِمَهُ حَجَرًا، فَيَنْطَلِقُ يَسْبَحُ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَيْهِ، كُلَّمَا رَجَعَ إِلَيْهِ فَغَرَ لَهُ فَاهُ فَأَلْقَمَهُ حَجَرًا. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : مَا هَذَانِ؟ قََالَ : قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ....

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda lagi: "Maka kamipun berangkat. Lalu kami mendatangi sebuah sungai (Perawi berkata: Aku memperkirakan Beliau bersabda,"Berwarna merah seperti darah."). Ternyata di sungai itu ada seseorang yang sedang berenang. Sementara di tepi sungai ada seseorang yang mengumpulkan batu-batu yang banyak. Tiba-tiba, ketika orang itu tengah berenang, ia datang (menepi) menuju orang yang mengumpulkan batu. Pengumpul batu itu membuka mulut orang yang tengah berenang lalu menjejalkan batu-batu itu ke mulutnya. Kemudian ia berenang kembali, lalu kembali lagi kepada pengumpul batu. Maka pengumpul batu itupun membuka mulut orang tersebut dan menjejalkan batu ke mulutnya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku bertanya kepada dua malaikat yang menyertaiku,'Siapakah dua orang ini?'." Keduanya berkata kepadaku: "Berangkat lagi, berangkat lagi…!" Dan seterusnya…sampai akhirnya ...

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku berkata kepada keduanya,'Malam ini aku benar-benar melihat hal-hal yang menakjubkan. Apa arti hal-hal yang aku lihat?' Keduanya menjawab: Akan aku ceritakan kepadamu.

أَمِّا الرَّجُلُ الأَوَّلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُثْلَغُ رَأْسُهُ بِالحَجَرِ فَإِنَّهُ الَّرجُلُ يَأْخُذُ بِالْقُرْآنِ (وفى رواية: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ اْلقُرْآنَ) فَيَرْفُضُهُ وَيَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ (وفى رواية: يُفْعَلُ بِهِ إِلَى َيوْمِ الْقِيَامَةِ). وَ أَمِّا الرَّجُلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَرْشَرُ شِدْقُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمِنْخَرُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنُهُ إِلَى قَفَاهُ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُوْ مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكَذِبَةَ تَبْلُغُ الآفَاقَ (فى رواية : فَيَصْنَعُ بِهِ مَا رَأَيْتَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ). وَأَمَّا الِّرجَاُل وَالنِّسَاءُ الْعُرَاةُ الَّذِيْنَ فِى مِثْلِ الَّتنُّوْرِ فَهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي. وَ أَمِّا الرَّجُلُ الَّذِى أَتَيْتَ عَلَيْهِ يَسْبَحُ فِى النَّهْرِ وَ يُلْقَمُ الْحَجَرَ فَإِنَّهُ آكِلُ الرِّبَا...إلى آخر الحديث. أخرجه البخاري

Adapun orang pertama yang engkau datangi dan kepalanya dipecahkan dengan batu, ialah orang yang faham Al Qur'an, namun kemudian ia meninggalkan (ketentuan)nya dan tidur melalaikan shalat wajib. (Dalam riwayat lain: Orang itu diperlakukan demikian hingga hari kiamat.) [3]

Sedangkan orang yang engkau datangi, disobek ujung mulut hingga tengkuknya, lobang hidung hinga tengkuknya dan mata hingga tengkuknya, ialah orang yang sejak pagi-pagi keluar rumahnya, lalu melakukan kedustaan-kedustaan hingga mencapai kaki-kaki langit. (Dalam riwayat lain: Orang ini terus diperlakukan demikian seperti yang engkau lihat hingga hari kiamat) [4]

Sedangkan kaum laki-laki serta kaum wanita yang sama-sama telanjang bulat di suatu tempat yang mirip tempat pembakaran (oven) adalah para pezina.
Orang yang engkau datangi tengah berenang di suatu sungai sambil dijejali batu mulutnya adalah pemakan riba.

Orang yang yang sangat buruk rupa, berada di api yang ia kobarkan dan ia berkeliling di seputar api itu adalah Malaikat Malik, penjaga api Jahanam.

Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang mati dalam keadaan fitrah. Sebagian kaum Muslimin berkata: "Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?" Beliau menjawab,"Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik."

Sedangkan orang-orang yang separoh fisiknya indah dan separohnya lagi buruk, ialah orang-orang yang mencampurkan amal shalih dengan amal jelek, tetapi Allah mengampuni kejelekan mereka. (Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dua malaikat yang menyertai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Jibril dan Mikail) [5]

Demikianlah beberapa kisah tentang siksa kubur yang dialami sebagian ahli maksiat. Sangat mengerikan. Apalagi siksa kubur yang dialami orang-orang kafir serta munafik. Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوْحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَى إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآأَنزَلَ اللهُ وَلَوْتَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلاَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ {93}

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang dhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan" [Al An'am : 93]

Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, dalam Fathul Bari membawakan riwayat Ath Thabrani dan Ibnu Abi Hatim, melalui jalan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas menjelaskan makna ayat di atas: "Itu terjadi ketika seseorang sedang dalam kematian. Arti al basthu ((والملائكة باسطوا أيديهم ialah memukul. Para malaikat memukul wajah orang-orang itu dan memukul pantat-pantat mereka."

Al Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan: "Hal ini, meskipun terjadi sebelum dikubur, namun ia termasuk azab yang terjadi sebelum hari Kiamat, kemudian dikaitkan dengan azab kubur. Sebab, umumnya azab semacam itu terjadi di alam kubur, dan juga orang-orang yang telah mati umumnya dikuburkan. Kalaulah tidak dikuburkan, maka orang kafir maupun orang maksiat yang dikehendaki Allah mendapat siksa, akan tetap disiksa meskipun belum dikuburkan. Tetapi makhluk lain tidak bisa melihat kejadian itu, kecuali yang dikehendaki Allah." [6]

وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ اْلأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لاَتَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ {101}

"Nanti Kami akan siksa mereka dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar". [At Taubah:101]

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah membawakan riwayat Ath Thabari, Ibnu Abi Hatim dan Ath Thabrani dalam Al Ausath, dari jalan As Sudi, dari Abu Malik, dari Ibnu Abbas. Ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah pada hari Jum'at. Beliau bersabda (artinya),'Keluarlah engkau wahai Fulan. Sesungguhnya engkau adalah orang munafik'." Kemudian menyebutkan haditsnya. Di dalamnya terdapat bunyi hadits (artinya): 'Maka Allah membongkar kedok orang-orang munafik'. Inilah azab yang pertama. Adapun azab yang kedua ialah azab kubur. [7]

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوْءُ الْعَذَابِ. النَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا. وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوْا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

"Dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya kiamat, dikatakan kepada malaikat: "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". [Ghafir: 45-46]

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah membawakan keterangan, di antaranya dari Al Qurthubi yang mengatakan: Menurut jumhur (mayoritas ulama), dinampakkannya neraka kepada Fir'aun dan kaumnya (pada ayat diatas, Pen) ialah di alam barzakh. Ini merupakan bukti tentang penetapan adanya azab kubur.[8]

Imam Bukhari memaparkan ayat-ayat di atas sebagai bukti tentang adanya azab kubur. Beliau menjadikannya sebagai rangkaian judul bab. [9]

Sementara itu dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu yang dibawakan oleh Qatadah pada penggalan kedua, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَأَمَّا الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُوْلَ : لاَ أَدْرِى، كُنْتُ أَقُوْلُ مَا يَقُوْلُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَلاَ تَلَيْتَ. وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيْدٍ ضَرْبَةً، فَيَصِيْحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيْهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ. أخرجه البخاري في صحيحه رقم : 1374

"Adapun orang munafik dan kafir, akan ditanyakan kepadanya: "Apa yang engkau katakan tentang orang (yang diutus oleh Allah) ini?" Ia menjawab: "Tidak tahu. Dahulu aku pernah mengatakan apa yang dikatakan orang." Maka dikatakanlah kepadanya: "Engkau tidak memahami apapun dan tidak membaca (mengikuti) Al Qur'an". Orang itu kemudian dipukul keras dengan palu dari besi. Menjeritlah ia dengan satu jeritan yang didengar oleh semua yang berada di sekitarnya, kecuali jin dan manusia". [10]

Dalam hadits Al Barra' bin 'Azib yang panjang, pada bagian kedua, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lain-lain [11] disebutkan tentang didatangkannya panas dan racun api neraka kepada orang ini. Disamping itu, kuburnya juga disempitkan hingga menghimpit dan meremuk- redamkan tulang-belulangnya. Lalu amal perbuatan buruknya datang kepadanya dengan menjelma sebagai orang yang buruk rupa. Dan masih banyak hadits-hadits lain.

Adapun orang-orang mukmin, mereka akan mendapat kenikmatan di alam kubur seperti disebutkan dalam hadits Al Barra' bin 'Azib Radhiyallahu 'anhu tersebut pada bagian pertama.

Juga disebutkan –misalnya- dalam hadits Anas bin Malik yang dibawakan oleh Qatadah pada bagian pertama. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنََ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ – وَإِنَّهُ لَسَمِيْعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ- أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ : مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ لِمُحَمَّدٍ صلي الله عليه وسلم. فَأَمَّاالمُؤْمِنُ فَيَقُوْلَ : أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. فَيُقَالُ: اُنْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ، فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا. أخرجه البخاري في صحيحه رقم : 1374

"Sesungguhnya, ketika seorang hamba sudah diletakkan di kuburnya, sedangkan para pengantarnya sudah pergi –dan ia pasti mendengar suara sandal-sandal mereka- datanglah kepadanya dua malaikat. Dua malaikat itu mendudukkan orang tersebut seraya bertanya: "Apa yang engkau katakan tentang orang ini?" Yakni tentang Muhammad saw . Adapun orang mukmin, akan menjawab: "Saya bersaksi bahwa ia adalah hamba dan utusan Allah." Maka dikatakanlah kepada hamba mukmin tersebut: "Lihatlah tempat dudukmu yang dari neraka, telah Allah gantikan untukmu dengan tempat duduk dari syurga". Maka iapun melihat kedua-duanya" [12]

Dan masih banyak hadits-hadits lainnya.

Jadi, nikmat atau siksa kubur merupakan perkara pasti. Tidak ada seorangpun yang boleh mengingkarinya. Baik Al Qur'an maupun hadits-hadits yang shahih telah menetapkannya. Atas dasar itu, para ulama Ahlu Sunnahpun telah menyepakati adanya.

BEBERAPA PERNYATAAN ULAMA TENTANG SIKSA KUBUR
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: "Ketahuilah! Sesungguhnya madzhab Salaf beserta para imamnya ialah, apabila seseorang telah meninggal dunia, maka ia berada dalam nikmat atau azab (kubur). Itu dirasakan oleh ruh dan jasadnya. Sesudah ruh berpisah dengan badan, maka ruh tetap mendapat nikmat atau azab. Tetapi kadang-kadang ruh berhubungan dengan badan, sehingga badan bisa merasakan nikmat atau azab bersama-sama dengan ruh (di alam kubur). Kemudian, apabila kelak terjadi hari Kiamat besar, ruh-ruh akan dikembalikan ke jasad masing-masing dan mereka akan bangkit dari kubur-kuburnya menuju Rabbul 'alamin." [13]

Imam Nawawi rahimahullah (wafat 676 H.) berkata: Ketahuilah, sesungguhnya madzhab Ahlu Sunnah ialah menetapkan adanya azab kubur. Banyak dalil-dalil Al Qur'an dan Sunnah yang menunjukkan hal demikian. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

النَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا...الآية

"Kepada mereka (Fir'aun dan kaumnya) dinampakkan neraka pada pagi dan petang" [Ghafir: 45-46]

Juga banyak hadits-hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, melalui riwayat sejumlah jama'ah sahabat yang menunjukkan hal itu di berbagai tempat. Menurut akalpun, tidak mustahil Allah mengembalikan kehidupan (hanya) pada sebagian jasad, kemudian Dia menyiksanya. Apabila akal tidak menolak kemungkinan itu, padahal sudah ada syari'at yang menjelaskannya, maka adanya azab kubur wajib diterima dan wajib diyakini. Imam Muslim di sini (di dalam Shahih Muslim) telah menyebutkan banyak hadits yang menetapkan adanya azab kubur.

Selanjutnya, (secara ringkas) Imam Nawawi berkata: Maksudnya, madzhab Ahlu Sunnah ialah menetapkan adanya azab kubur. Berbeda dengan prinsip Khawarij, sebagian besar Mu'tazilah dan sebagian Murji'ah. Mereka menolak adanya azab kubur. [14]

Imam Abu Ja'far Ath Thahawi Al Hanafi (wafat 321 H) juga berkata: (Dan kami beriman) dengan adanya azab kubur bagi orang yang layak mendapatkannya. Juga (beriman) dengan adanya pertanyaan Munkar dan Nakir di dalam kuburnya tentang Rabb, agama dan nabinya, sesuai dengan khabar-khabar yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta para sahabatnya Radhiyallahu 'anhum. Alam kubur adalah satu taman di antara taman-taman syurga, atau satu liang di antara liang-liang neraka [15]

Imam Ibnu Abi Al 'Izz Al Hanafi rahimahullah (wafat 792 H) menjelaskan perkataan Imam Ath Thahawi di atas dengan memaparkan banyak dalil dari Al Qur'an maupun Sunnah, serta kesepakatan Ahlu Sunnah wal Jama'ah tentang adanya azab kubur. [16]

Karena itu, hendaknya manusia berhati-hati dalam mengarungi kehidupan dunia. Tiada keselamatan tanpa mentauhidkan Allah, tanpa taat kepadaNya dan taat kepada RasulNya. Tauhid perlu dijaga kemurniannya. Al Qur'an serta Sunnah (ajaran) Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam harus dilaksanakan. Shalat fardhu harus dipelihara tepat waktu. Kejujuran wajib dijaga. Begitu pula segala ketaatan lain, baik lahir maupun batin. Bid'ah mesti disingkirkan. Perkataan keji, dusta, adu domba maupun ghibah (menyebar gossip) harus ditinggalkan. Perzinaan dengan segala rangkaian dan celahnya wajib dijauhi. Riba wajib dihindarkan. Begitu pula segala kemaksiatan lain.

Mari merenung, kita hanya mendamba kebahagiaan dan bukan derita di hari sesudah kematian kelak! Wallahu Al Musta'an.

Referensi:
1. Fathul Bari Syarh Shahih Al Bukhari, Tashih wa tahqiq Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, Cet. Jami'ah Al Imam Muhammad bin Su'ud Al Islamiyah, Riyadh, tanpa tahun.
2. Shahih Muslim Syarh Nawawi, Tahqiq wa takhrij wa tarqim, Syaikh Khalil Ma'mun Syiha, Daar Al Ma'rifah, Beirut, Cet. III 1417 H/1996 M.
3. Shahih Sunan Abi Dawud, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Maktabah Al Ma'arif, Cet. kedua dari cetakan yang baru tahun 1421 H/2000M.
4. Shahih Sunan An Nasa-i, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Ma'arif, Cet. I dari cetakan yang baru tahun 1419 H/1998M.
5. Majmu' Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah.
6. Al 'Aqidah Ath Thahawiyah, Bayan Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah, Mu-assasah Ar Risalah. Cet. I, 1423 H/2002M.
7. Syarh Al 'Aqidah Ath Thahawiyah, karya Imam Al Qodhi Ali bin Ali bin Muhammad bin Abi Al 'Izz Al Hanafi Ad Dimasyqi, Tahqiq, ta'liq dan takhrij Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki & Syu'aib Al Arna'uth, Mu-assasah Ar Risalah. Cet. II 1413 H/1993M.
8. Ahkam Al Jana-iz wa Bida'uha, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Al Maktab Al Islami, Cet. IV 1406H/1986M.


________
Footnotes
[1]. HR Al Bukhari, Kitab Al Jana-iz, bab Azab Al Qobri min Al Ghibah wa Al Baul, no. 1378. Juga bab Al Jaridah 'Ala Al Qobri, no.1361 –Fathul Bari (III/232 dan 222-223) dan Muslim Kita bath-Thaharah, bab Ad Dalil 'Ala Najasati Al Baul wa Wujub Al Istibra' minhu Syarh Nawawi (III/191 no. 675).
[2]. Lihat kisah selengkapnya dalam riwayat Imam Bukhari di Shahih-nya, Kitab At Ta'bir, bab Ta'bir Ar Ru'ya Ba'da Shalat Ash Shubhi, no. 7.048 – Fathul Bari (XII/438) dan seterusnya. Kisah itu juga dibawakan oleh Jarir bim Hazim z dalam Kitab Al Jana-iz, bab 93 no. 1386 – Fathul Bari (III/251-252).
[3]. Lihat Shahih Bukhari bersama Fathul Bari (III/251-252 hadits no. 1386), Kitab Al Jana-iz, bab 93.
[4]. Lihat Shahih Bukhari bersama Fathul Bari (III/251-252 hadits no. 1386), Kitab Al Jana-iz, bab 93.
[5]. Lihat Shahih Bukhari bersama Fathul Bari (III/252 hadits no. 1386), Kitab Al Jana-iz, bab 93.
[6]. Lihat Fathul Bari (XIII/233).
[7]. Lihat Fathul Bari (XIII/233).
[8]. Lihat Fathul Bari (XIII/233).
[9]. Lihat Kitab Al Jana-iz, bab Maa Jaa-a Fi 'Azaab Al Qobri wa Qaulihi Ta'ala (QS Al An'am : 93, At Taubah : 101, Ghafir : 45). Fathul Bari (III/231) dan seterusnya.
[10].HR Al Bukhari dalam Shahih-nya, no. 1374 penggalan kedua. Fathul Bari (III/231-232), Abu Dawud, Kitab As Sunnah, bab Fi Al Mas'alah Fi Al Qobri wa 'Azab Al Qobri, no. 4751 penggalan kedua dan An Nasa-i, Kitab Al Jana-iz, bab Mas'alati Al Kafir, no. 2050 penggalan kedua.
[11]. Hadits shahih sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani t dalam Ahkam Al Jana-iz, hlm. 159, juga dalam Shahih Sunan Abi Dawud, Kitab As Sunnah, bab Fi Al Mas'alah Fi Al Qobri wa 'Azab Al Qobri, no. 4753
[12]. HR Al Bukhari dalam Shahih-nya, no. 1374 penggalan pertama; Fathul Bari (III/231-232); Muslim, Kitab Al Jannah wa Shifah Na'imiha wa Ahliha, bab 'Ardhi Maq'adi Al Mayyit min Al Jannah au An Naar 'Alaihi, no.7145; Abu Dawud, Kitab As Sunnah, bab Fi Al Mas'alah Fi Al Qobri wa 'Azab Al Qobri, no. 4751; dan An Nasa-i, Kitab Al Jana-iz, bab Al Mas'alah Fi Al Qobri, no. 2049 serta bab Mas'alati Al Kafir, no. 2050.
[13]. Majmu' Fatawa Syaikhil Islam Ibnu Taimiyah (IV/284).
[14]. Lihat Shahih Muslim Syarh Nawawi (XVII/197-198).
[15]. Matan Al Aqidah Ath Thahawiyah, Bayan Aqidah Ahlis Sunnah wal Jama'ah, hlm. 25-26, no. 103 & 104.
[16]. Lihat Syarh Al Aqidah Ath Thahawiyah. Tahqiq, ta'liq dan takhrij Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki & Syu'aib Al Arna'uth, hlm. 572 dan seterusnya.