Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Senin, 26 Maret 2012

Tips Wisata Aman di Negara Asing


jembatan gembok cinta

Seorang teman pernah bercerita pengalamannya saat hampir dipukuli orang mabuk di Rusia. "Tiba-tiba saja laki-laki ini datang dan mengarahkan tinjunya ke saya. Saya bisa mencium bau alkohol. Saya hanya bisa lari dan orang itu mengejar saya. Untung saat lari, saya bertemu polisi," tutur Vian (30) menceritakan pengalamannya saat pelesir ke Rusia.

Ya, berwisata ke luar negeri apalagi ke negara yang memang asing bagi kita, semaju apa pun negara tersebut, wisatawan tetap harus waspada. Walaupun catatan kriminalitas negara tersebut rendah, bukan berarti bahaya kejahatan tak mengancam. Berikut ini tips berwisata dengan aman di luar negeri.

Ketahui tingkat kriminalitas. Lakukan riset dan kenali area-area mana di negara tersebut yang merupakan kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi atau berbahaya bagi turis untuk masuk daerah tersebut. Kawasan seperti ini biasanya selalu ada di negara mana pun. Meski negara tersebut tergolong negara maju.

Pelajari daerah tujuan wisata. Ketahui kejahatan apa yang biasanya terjadi di negara tersebut. Hindari pula gang-gang gelap dan kawasan kumuh. Namun ingat, di beberapa negara seperti di Eropa, kriminalitas seringkali terjadi bukan karena alasan ekonomi, melainkan karena pengaruh alkohol.

Simpan nomor darurat. Simpan nomor kepolisian setempat maupun KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) yang ada di negara tersebut. Jika Anda berencana untuk melancong dalam waktu yang lama di negara tersebut, tak ada salahnya Anda melakukan lapor diri ke KBRI setempat. Ketahui pula siapa orang di kedutaan yang bisa Anda hubungi jika terjadi sesuatu. Bekali juga dengan kemampuan berbahasa negara setempat, walaupun hanya sebatas kata-kata dasar.

Lain padang, lain belalang. Kenali kebiasaan dan budaya setempat. Setiap daerah pasti memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Misalnya saja, seperti turis asal negara-negara barat saat berwisata di Indonesia, sebagian besar tidak tahu bahwa tidak sopan jika kita menyerahkan benda menggunakan tangan kiri. Contoh lain adalah ancungan jempol yang berarti "OK" memiliki makna yang tidak sopan di Yunani. Tentu Anda tidak ingin membuat keributan hanya karena hal sepele, bukan?

Pikirkan pakaian yang ingin Anda kenakan. Walau udara panas, bukan berarti Anda langsung mengenakan celana super pendek dan kaus tanpa lengan. Kenali dulu apakah daerah tersebut dapat menerima seseorang menggunakan pakaian yang minim. Juga, hindari menggunakan pakaian yang terlalu terlihat mewah apabila Anda sekadar jalan-jalan di luar.

Jaga agar penampilan Anda tidak mencolok, seperti mengenakan perhiasan mahal. Apalagi jika Anda pergi sendiri atau dalam rombongan berjumlah kecil, tak perlu menenteng-nenteng kamera yang seakan menunjukkan bahwa Anda turis. Keluarkan kamera saat Anda benar-benar ingin memfoto sesuatu.

Jangan terlalu ramah. Sebagai orang Indonesia, merupakan hal wajar jika bersikap ramah bahkan kepada orang asing sekali pun. Namun, di negara-negara barat, keramahan ini bisa disalahartikan. Apalagi bagi pelancong perempuan. Bisa-bisa Anda dianggap sedang "mengundang" si orang asing ini. Jika ada yang berusaha mengajak Anda berbicara, mengobrolah dengan sopan dan tak perlu membeberkan identitas Anda seperti tempat Anda menginap.

Pencar dokumen penting dan uang. Jangan menaruh kartu kredit, uang, kartu identitas, dan paspor di tempat yang sama. Pencarlah barang-barang tersebut. Uang pun dibagi-bagi, antara dompet dan tas. Juga letakkan uang di tempat tersembunyi, seperti di sepatu. Hal ini untuk menghindari situasi Anda dirampok, maka Anda masih memiliki persediaan uang tunai. Jangan lupa untuk memfotokopi paspor maupun simpan scan paspor di email.

Naik transportasi umum. Anda perlu mengetahui taksi yang dapat dipercaya di masing-masing negara. Minta rekomendasi dari pihak hotel. Kalau perlu, biarkan pihak hotel yang mencarikan taksi untuk Anda dan catatlah nomor taksi dan nama supirnya. Jika naik bus, pilih tempat duduk dekat sopir bus. Sementara kereta api, pilihlah gerbong yang ramai.


Tips Aman Berlibur di Alam Bebas


Kaldera Gunung Tambora (2.850 mdpl), Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/6/2011). Gunung ini pernah meletus dahsyat pada tahun 1815 hingga meninggalkan kaldera seluas 7 kilometer.

Menikmati liburan di alam bebas memang ampuh untuk melepas penat. Udara segar dan pemandangan apik yang ditawarkan membuat kita sekejap lupa akan rutinitas dan tumpukan pekerjaan di kantor. Namun, agar liburan berjalan mulus tanpa ada halangan dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya kita memiliki persiapan yang matang sejak jauh hari.

Berikut ini tips agar aman berlibur di alam lepas.

  1. Buat rencana perjalanan yang jelas. Rencana perjalanan ini penting dilakukan mengingat liburan di alam bebas, seperti gunung, hutan, atau laut, membutuhkan jadwal yang harus dipatuhi oleh para peserta perjalanan. Jika terlambat sedikit saja dapat menyebabkan mundurnya agenda perjalanan atau malah tidak sampai ke tempat yang dituju.
  2. Riset tempat yang akan dituju. Riset dilakukan untuk mengetahui keadaan topografi, iklim, cuaca, lingkungan, dan budaya di tempat tujuan. Riset ini umumnya dapat menggunakan akses internet. Namun, akan lebih baik jika bertanya langsung kepada orang yang pernah ke sana. Data yang diperoleh dari orang yang berpengalaman langsung di tempat tujuan jauh lebih membantu daripada sekadar membaca informasinya. Riset medan ini perlu untuk menentukan jenis transportasi yang akan digunakan saat berada di tempat tujuan dan untuk keperluan evakuasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.
  3. Persiapan fisik dan mental. Setelah melakukan riset, akan diketahui hal-hal yang harus dipersiapkan agar tetap selamat selama perjalanan. Salah satunya adalah persiapan fisik dan mental. Jika Anda sudah lama tidak bepergian ke alam bebas, entah itu naik gunung atau menyelam di laut, sebaiknya lakukan latihan fisik secara rutin. Tidak perlu latihan fisik yang terlalu berat, cukup joging teratur. Lama joging tergantung durasi perjalanan yang akan ditempuh. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan medis jika tempat yang dituju memiliki perbedaan temperatur yang signifikan.
  4. Buat anggaran. Dari rencana perjalanan dan riset yang dibuat di awal, bisa diperoleh berapa besarnya anggaran yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk melebihkan jumlah anggaran untuk hal-hal yang tidak terduga.
  5. Bawa bekal makanan secukupnya dan obat-obatan. Logistik memang penting untuk mendukung lancarnya perjalanan. Namun, mengingat perjalanan yang tidak mudah, sebaiknya bawa bekal seperlunya agar tidak merepotkan diri dan orang lain. Sementara itu, obat-obatan merupakan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan.
  6. Bersikap ramah dan tidak bertingkah sembarangan. Untuk mencapai tempat tujuan umumnya kita harus melewati daerah pedalaman dengan penduduk yang masih menganut adat istiadat dan kearifan lokal. Bersikap ramah dan menyapa mereka dapat memudahkan kita nantinya. Biasanya penduduk ini pun menjadi terbuka dan mudah memberikan bantuan. Tidak hanya itu, biasanya daerah-daerah seperti ini memiliki peraturan tidak tertulis yang harus ditaati pengunjung. Sebaiknya hal semacam ini tidak dilanggar untuk menghindarkan diri sendiri atau kelompok dari bala dan mara bahaya.

Selanjutnya, jangan lupa untuk berdoa dan bersiap untuk menikmati perjalanan Anda. Perjalanan akan jauh lebih menyenangkan jika semuanya sudah dipersiapkan. Anda pun siap bekerja kembali dengan suasana hati yang baru serta banyak cerita unik dan menyenangkan yang dapat dibagi. Selamat berlibur di alam bebas.

(kompas.com)

Jangan Jadi Penumpang Pesawat yang Menyebalkan


Wisatawan turun dari pesawat Garuda di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (18/6/2011). Bali masih menjadi tujuan utama wisatawan untuk mengisi liburan.

Saat asyik makan, penumpang pesawat di depan Anda tiba-tiba menurunkan senderan bangkunya. Bruk, tak hanya kaget tetapi makanan pun jadi berhamburan. Pernah mengalami ini? Tentu hati pun jadi kesal. Nah, agar Anda tidak menjadi penumpang pesawat yang dianggap menyebalkan bagi penumpang lain, berikut tipsnya.

Perhatikan waktu saat check-in. Antrean panjang saat check-in sering terjadi karena setiap penumpang berlama-lama mengurusi hal sepele. Saat mengantre siapkan di tangan tiket pesawat dan kartu identitas Anda.

Jika Anda membawa bagasi, ketahui batas berat bagasi yang diperbolehkan. Jangan lupa mengemasnya dengan benar. Biasakan untuk menaruh barang bagasi tidak lebih dari dua buah, misalnya cukup satu koper dan satu dus. Tentu Anda pernah sebal melihat orang yang tidak mempersiapkan barang-barang yang akan dimasukan ke bagasi.

Apabila Anda datang bersama rombongan dan terbang ke tujuan domestik, pastikan ada salah satu orang yang datang paling awal dan melakukan check-in untuk semua rombongan, cukup dengan memiliki fotokopi identitas setiap orang tersebut. Setelah semua datang, Anda dan rombongan tinggal memasukkan bagasi saja.

Menepilah saat berjalan di lorong pesawat. Setelah menemukan tempat duduk di pesawat, segeralah masuk ke area kursi, untuk memberikan jalan bagi penumpang yang berada di belakang Anda. Jika Anda membawa tas yang ingin diletakkan di kabin atas, Anda bisa menunggu jika lorong lebih sepi untuk menaikkan tas di kabin atas. Atau, jika tubuh Anda cukup tinggi, berdiri di area kursi dan bukan di lorong pesawat, lalu julurkan tas ke arah kabin.

Duduklah di kursi yang telah ditentukan. Seringkali orang mencari kursi lain saat melihat ada kursi yang kosong, bahkan sebelum pesawat lepas landas. Tetaplah duduk di kursi yang memang sesuai dengan nomor boarding pass Anda. Selain untuk alasan keselamatan, bisa jadi memang ada orang yang duduk di kursi tersebut.

Matikan alat elektronik. Matikan benda-benda elektronik seperti handphone dan laptop selama penerbangan. Sinyal yang dikirimkan dapat mengganggu sistem navigasi pesawat dan hal ini akan membahayakan penerbangan. Jangan menunggu sampai awak kabin menegur Anda untuk mematikan handphone.

Perhatikan demo keselamatan. Di banyak maskapai, demo keselamatan masih diperagakan oleh awak kabin pesawat. Perhatikanlah demo tersebut walaupun Anda telah sering melihatnya. Berikan sedikit penghargaan bagi mereka.

Menurunkan senderan bangku. Tak masalah jika Anda ingin menyenderkan bangku. Namun lakukan hal tersebut setelah pesawat lepas landas dan tanda sabuk pengaman sudah dimatikan. Perhatikan pula orang di belakang Anda, apakah sedang membuka meja makan atau tidak.

Perhatikan orang di sebelah Anda. Tak perlu memaksanya mengobrol jika ia terlihat lelah dan ingin tidur. Pastikan juga jangan menguasai daerah kursinya, seperti meletakkan tas di kursinya atau membentangkan koran hingga mengenai orang di sebelah Anda.

Membawa anak. Anak menangis di pesawat memang wajar. Namun, jika Anda membawa bayi, pastikan Anda membawa semua perlengkapan dan kebutuhan untuk bayi Anda, seperti minuman air putih, cemilan, maupun susu. Juga bawakan mainan untuk si kecil. Jika Anda berencana ingin menyusui bayi Anda di pesawat, maka saat check-in mintalah duduk di dekat jendela. Serta bawalah penutup saat menyusui, sehingga Anda pun nyaman menyusui si kecil. Anda juga harus mengenakan sabuk khusus untuk bayi pada si kecil.

Tak perlu buru-buru turun. Saat mendarat, duduklah sampai tanda mengenakan sabuk pengaman dimatikan. Baru kemudian Anda bisa berdiri untuk mengambil tas di kabin. Setelah itu, tak perlu tergesa-gesa untuk turun sampai-sampai mendahului orang yang di depan Anda, biarkan saja orang di depan Anda untuk jalan terlebih dahulu. Jika Anda memang terburu-buru dan orang di depan Anda masih sibuk dengan tasnya, mintalah dengan sopan pada orang di depan Anda, bahwa Anda ingin berjalan lebih dahulu.

(kompas.com)

Tips Tetap Segar Saat Naik Pesawat Kelas Ekonomi


Ilustrasi - kabin pesawat

Naik pesawat terbang, walaupun dalam jarak pendek seperti waktu tempuh satu jam, tetap terasa melelahkan. Apalagi jika duduk di kelas ekonomi maskapai LCC (low cost carrier). Jarak kursi yang sempit seringkali membuat kaki terasa pegal.


Jangan tanya, jika Anda harus melakukan perjalanan lama, lebih dari enam jam. Nah, berikut ini tips sederhana agar tetap segar selama berada di pesawat terbang.

Gosok gigi. Bersihkan badan di toilet bandara sesaat sebelum naik ke pesawat terbang. Bukan berarti Anda harus mandi besar di toilet bandara. Namun, tak ada salahnya Anda mencuci tangan, basuh muka, dan menggosok gigi. Tubuh pun akan terasa segar lebih lama.

Selain itu, kursi pesawat kelas ekonomi didesain sangat berdekatan. Setidaknya tubuh dan bau mulut yang wangi tidak akan mengganggu penumpang sebelah Anda. Ulangi lagi menggosok gigi setelah makan. Serta, membasuh muka beberapa jam sekali. Atau, gosok gigi dan basuh muka sesaat sebelum pesawat mendarat.

Minum air.

Jaga agar tubuh Anda tidak dehidrasi. Udara di dalam pesawat terbang sangat kering, sehingga mudah membuat seseorang dehidrasi. Oleh karena itu, banyak-banyaklah minum air putih.

Sebaiknya hindari mengonsumsi alkohol. Tak ada salahnya Anda membawa sendiri air minum mineral dalam kemasan botolan. Sehingga memudahkan Anda jika sewaktu-waktu ingin minum.

Bawa cemilan atau makanan.

Beberapa maskapai tidak menyediakan makanan maupun sekedar cemilan untuk kelas ekonomi. Bawalah buah atau cemilan ringan dan sehat untuk menemani perjalanan.

Anda bisa memilih makanan yang tidak terlalu berat seperti roti gandum isi ham atau nasi merah dengan tumisan daging dan sayur. Pastikan Anda tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.

Jalan-jalan.

Walaupun perjalanan hanya satu jam, bukan berarti Anda hanya duduk saja sepanjang perjalanan. Lakukan perengangan dengan berjalan-jalan sepanjang lorong di setengah jam pertama. Apalagi jika perjalanan Anda memakan waktu yang lama, maka lebih sering-seringlah berjalan, sekedar untuk meluruskan kaki.

Turunkan tegakan kursi.

Di perjalanan lebih dari 5 jam, sesekali turunkan tegakan kursi Anda, agar tubuh Anda bisa dalam posisi lurus. Ingatlah untuk berhati-hati saat menurunkan tegakan kursi. Lihat kondisi penumpang di belakang Anda. Jangan sampai Anda menurunkan tegakan saat meja di belakang Anda sedang digunakan.

Pelembab.

Jaga kelembaban tubuh Anda. Oleskan lotion ke wajah, tangan, atau anggota tubuh Anda lainnya setiap beberapa jam atau di saat Anda merasa kulit mulai kering. Di perjalanan yang lama, kulit tubuh akan terasa makin kering. Gunakan juga krim mata dan lip balm.

Tidur.

Waktu yang panjang bisa Anda manfaatkan dengan tidur. Sehingga saat Anda terbangun, tubuh akan terasa lebih segar. Bawalah penutup mata untuk menghalangi sinar yang dapat mengganggu tidur Anda.

(kompas.com)

Gowes Trans Sulawesi: Padapu, Surga Kecil di Teluk Tomini


Pulau Kadidiri di Sulawesi Tengah.

Sisa kerusuhan besar tahun 2000 sudah tak ada lagi di Poso, Sulawesi Tengah.  Namun kenangan pahit akan peristiwa diluar nalar itu tetap membekas dalam ingatan warga. "Warga sini sudah semakin rasional, tiada mudah dihasut. Sekarang kami terus berusaha membangun sekalipun bayangan kerusuhan itu masih teringat," tutur Nurdin (42), pengelola penginapan Julijus di Tagolu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso.

Tagolu berjarak hanya tujuh kilometer dari kota Poso. Letaknya persis di pertigaan jalan poros Trans Sulawesi yang menuju Ampana dan Tentena.

Ke kota itu kami singgah semalam, Minggu (11/3/2012),  dalam perjalanan bersepeda dari Tentena menuju Ampana.

Dulu sebelum kerusuhan, Tagolu merupakan salah satu sentra pembuatan aneka suvenir berbahan kayu hitam khas Poso. Suvenir seperti jam dinding, asbak, hiasan dinding dibuat oleh perajin asal Jawa.

"Sepanjang pinggir jalan ini orang buka usaha pembuatan sekaligus penjualan suvenir dari kayu hitam. Saat kerusuhan, para perajin menghilang dan sekarang mereka pindah ke kota," tutur Nurdin sambil menunjuk sederetan kios kosong yang pintunya tertutup rapat di pinggir Jalan Raya Trans Sulawesi seberang penginapan.

Hingga kini kios-kios itu masih tetap kosong. Belum ada usaha baru yang mengisinya, tanda roda ekonomi setempat belum benar-benar pulih seperti sebelum kerusuhan.

Penginapan yang dikelola Nurdin baru buka setahun lalu.  Kamar-kamarnya mirip rumah kos dengan tarif Rp 75.000-Rp 125.000 per kamar.

Satu-satunya penginapan di Tagolu itu cukup layak jadi tempat singgah dalam perjalanan bersepeda di Sulawesi. Lahan parkir luas, kamar bersih, dan kita  leluasa untuk cuci-jemur pakaian.

Sesudah sarapan nasi kuning yang lezat di warung dekat pertigaan, kami melesat ke arah Tojo. Jalan langsung mendaki landai berkelok-kelok melipir punggungan. Di beberapa titik, jalanan amblas. Interval kendaraan bermotor lewat tiga sampai lima menit, ideal sekali bagi turing bersepeda.

Di desa Tongku, kami melintasi sabana yang menghijaukan perbukitan. Ternak sapi dan kambing dibiarkan berkeliaran merumput. Beberapa hewan berjalan bebas di jalanan yang sepi kendaraan.

Tadinya tujuan kami adalah Tojo yang berjarak 76 km. Namun saat tiba di Tojo kami mendapat informasi soal Padapu yang masih 25 km di depan. Maka kami teruskan saja menggowes kesana.

Dusun itu sebenarnya hanya sekumpulan warung makan di pinggiran laut. Lingkungan yang asri membuatnya sangat layak  dijadikan tempat perhentian dalam perjalanan bersepeda menuju Ampana.

Rupanya, kenangan buruk akan kerusuhan juga masih membekas dalam benak Un Tengker, pemilik penginapan Sahabat di Padapu. Un yang kami panggil tante, kehilangan adik iparnya saat kerusuhan itu.

"Tapi semua so berlalu, toh. So tak ada lagi kerusuhan. Orang so sadar tak ada guna baku bunuh, hanya bikin orang ketakutan datang kemari," tutur tante Un yang masih segar bugar di usianya yang lanjut.

Apa yang dikatakan tante Un benar adanya. Selama beberapa hari di wilayah yang disebut-sebut masih rawan itu, tak ada kekhawatiran sama sekali soal keamanan atau kriminal jalanan. Yang ada hanya keindahan alam luar biasa dan keramahtamahan penduduknya yang melekat di hati kami. Sulit membayangkan ketenangan wilayah ini terkoyak begitu saja oleh kerusuhan sesaat.

Padapu masuk wilayah Kecamatan Podi, Kabupaten Tojo Una-una (Touna). Letaknya di teluk kecil yang kami capai setelah menyusuri jalan aspal mulus berpagar gunung karang tinggi dan laut dalam membiru Teluk Tomini.

Sebelum masuk Padapu, kami saksikan sisa-sisa kedahsyatan banjir besar Sungai Podi pada 2001. Banjir menimbulkan kerusakan besar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Katopas. Endapan pasir tebal dan material dari gunung menutupi sisi jalan.

"Ada tiga danau alam di kaki gunung, salah satunya ambrol sehingga terjadi banjir. Kejadiannya siang hari, tidak ada korban tapi jalanan terputus dan baru tiga tahun kemudian diperbaiki," tutur Ronald Sumual, anak tante Un.

Suasana Padapu terasa tenteram. Serangga hutan bernyanyi sepanjang hari. Suaranya berpadu dengan riak ombak kecil memecah pantai berbatu bulat yang membentang di depan rumah. Iramanya harmonis sekali. Di samping rumah, mengalir sungai jernih yang airnya dingin.

Listrik dari genset hanya mengalir pukul 18.00-20.00 di penginapan sederhana bertarif Rp 50.000 semalam itu. Satu kamar bisa diisi sampai empat orang. Sekalipun ada tiang listrik berdiri dekat penginapan, aliran listrik lebih sering 'byar pet' sehingga para pemilik warung membeli genset sendiri.

Setelah membongkar muatan sepeda, Ocat dan Abidin langsung terjun ke laut. Untuk membilas tubuh, mereka lalu berendam di air sungai. Ah, Padapu benar-benar seperti surga kecil di sudut Teluk Tomini yang tenang.

Tante Un mengatakan, sejak buka penginapan 12 tahun lalu tempatnya kerap disinggahi turis asing yang datang dengan bersepeda. Beberapa kelompok berjumlah lima sampai 15 orang mengikuti paket perjalanan turing dengan dukungan kendaraan yang berjalan di belakang.

"Kelompok lain yang jalan sendirian atau berdua-bertiga. Tak ada yang kawal, semua barang dibawa sendiri di sepeda, persis seperti kita ini," tutur tante.

Setelah kerusuhan, rombongan pengelana asing itu menghilang. Mereka baru muncul lagi setelah 2005. Namun sampai sekarang jumlahnya tak sebanyak dulu lagi.

"Orang sini so biasa lihat bule bersepeda. Tapi kalau orang lokal bersepeda seperti kita, belum pernah lihat, makanya mereka bilang kita bule palsu," tutur tante Un sambil tertawa lepas.

Gaya bicaranya yang ceplas ceplos dan suasana sore itu membuat kami betah ngobrol ngalor ngidul di beranda rumah. Kelelahan setelah seharian gowes nyaris tak terasa.

Di ufuk barat, mentari mulai terbenam. Semburat warna jingganya mengantar kami menyambut malam yang begitu tenang di Padapu.(Max Agung Pribadi)

(kompas.com)

Diburu, "Geng Pirang" Penculik Perempuan Kaya


Enam anggota "Geng Pirang" yang sudah diidentifikasi polisi Sao Paulo, Brasil.

Kepolisian Brasil tengah memburu sebuah komplotan beranggotakan perempuan berambut pirang. Geng ini disebut terlibat serangkaian penculikan dan perampokan di Sao Paulo.

Target komplotan ini adalah para perempuan kaya. Biasanya korban diincar di pusat-pusat perbelanjaan, ungkap unit antipenculikan kepolisian Sao Paulo.

Modus komplotan ini, korban diikuti saat berjalan menuju mobil di tempat parkir. Di situ mereka dirampok dan diculik dan ditodong sementara anggota komplotan itu menggunakan kartu kredit korban untuk berbelanja barang-barang mewah.

Menurut polisi, "geng pirang" ini beranggotakan perempuan muda, berpendidikan dan dari kelas menengah.

Kepala divisi antipenculikan kepolisian Sao Paulo, Joaquim Dias Alves mengatakan kepada BBC Mundo, "Satu atau dua di antara mereka bisa berbicara lebih dari satu bahasa asing, bahkan ada yang berpendidikan luar negeri."

"Mereka gadis-gadis cantik, berpakaian bagus, dan memakai riasan," kata Alves.

Komplotan itu biasa memilih korban yang mirip mereka supaya mereka lebih aman saat menggunakan kartu kredit korban. Mereka diduga sudah beroperasi selama tiga tahun dan sudah merampok sekitar 50 orang.

Polisi sudah berhasil membongkar komplotan itu dan menangkap tiga tersangka perempuan dan satu lelaki.

Saat ini kasus "penculikan singkat" di mana korban ditahan selama beberapa jam sementara pelaku menguras rekening dan kartu kredit korban, mulai marak di Amerika Selatan.

  Sumber :BBC

Pemburu Sperma Bikin Pria Takut Perempuan


Sophie Nhokwara dari Zimbabwe yang dituduh telah menculik dan memerkosa sejumlah sejumlah pria di negara itu tengah berfoto dengan mobil Chevrolet Aveo merah miliknya.

Sejumlah geng perempuan cantik di Zimbabwe mengangkut kaum pria yang butuh tumpangan. Para perempuan itu kemudian memaksakan hubungan seksual demi mengambil sperma laki-laki tersebut. Sperma-sperma itu kemudian digunakan dalam ritual tradisional "juju" untuk mendapatkan keberuntungan. Demikian sejumlah laporan media lokal Zimbabwe seperti dikutip Mail Online akhir pekan lalu.

Seorang perempuan lokal, Susan Dhliwayo, mengatakan, dia baru-baru ini menepikan mobilnya untuk mengangkut sekelompok penumpang laki-laki, tetapi mereka menolak untuk naik ke mobilnya karena takut akan diperkosa. "Sekarang kaum pria takut terhadap perempuan. Mereka bilang, 'Kami tidak bisa pergi bersama dirimu karena kami tidak bisa memercayaimu'," kata Dhliwayo (19).

Menurut laporan-laporan itu, para korban geng perempuan itu dibius atau ditodong dengan pistol atau pisau. Seorang pria bahkan mengaku telah dipaksa untuk mengikuti kemauan geng itu di bawah "todongan ular" ketika pemerkosa mengacungkan seekor ular yang masih hidup.

Para pria yang jadi korban tersebut kemudian diberi rangsangan seksual dan dipaksa melakukan hubungan seks berulang kali, kadang-kadang tanpa pelindung, sebelum kemudian diturunkan di pinggir jalan.

Pada November lalu, tiga perempuan kakak-beradik dan seorang pacar mereka didakwa di pengadilan Harare karena menyerang sejumlah penumpang pria dan mengumpulkan sperma mereka demi acara ritual itu. Kakak-beradik dari keluarga Nhokwara itu ditangkap ketika mereka terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil dan polisi menemukan 31 kondom bekas di bagasi mobil mereka.

Ketiga perempuan itu menghadapi 17 tuduhan terkait penyerangan yang disertai kekerasan karena kasus perempuan memerkosa pria bukan merupakan tindak pidana di negara ini. Tiga perempuan bersaudara mengklaim bahwa mereka hanyalah pekerja seks.

"Tentu kami tahu (itu) digunakan untuk ritual," kata sosiolog Universitas Zimbabwe, DR Watch Ruparanganda, yang percaya bahwa sperma telah menjadi komoditas yang menguntungkan di Zimbabwe. Ruparanganda mengatakan, pemuda jalanan di Harare dilaporkan telah diberi kamar hotel dan minuman keras oleh para pengusaha. Mereka kemudian meniduri pelacur dan kemudian menyerahkan kondom yang telah digunakan.

Asosiasi Penyembuh Tradisional Nasional Zimbabwe mengecam praktik itu. Mereka mengatakan, mereka yakin "itu merupakan bentuk sihir". "Kami benar-benar menentang gagasan itu," kata juru bicara kelompok itu, George Kandiyero.

Serangan-serangan itu belum mereda sejak penangkapan terhadap Nhokwara bersaudara. Polisi mengaku, mereka tidak tahu berapa jumlah kasus yang terjadi. "Kami tidak punya jumlah pasti kasus yang dikonfirmasi," kata juru bicara kepolisian nasional, Wayne Bvudzijena.

Bvudzijena mendorong kaum pria muda Zimbabwe untuk "menggunakan angkutan umum" agar terhindar dari sasaran para pemburu sperma.