Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Minggu, 04 November 2012

Ternyata Banyak Anak Cerdas Lahir dari Ibu Berusia 40-an


Ilustrasi melahirkan

Melahirkan anak di usia tua ternyata tidak selamanya memiliki efek buruk. Sebuah riset terbaru para ilmuwan Inggris mengindikasikan, anak-anak yang lahir dari ibu berusia rata-rata lebih dari 40 tahun cenderung lebih sehat, cerdas dan jarang masuk rumah sakit.


Selain itu, anak-anak tersebut juga akan mengembangkan kosakata yang lebih luas ketimbang anak yang lahir dari ibu muda serta memiliki skor yang lebih tinggi saat tes IQ dalam berbagai ukuran hingga usia lima tahun.

Hasil penelitian ini akan dipresentasikan pada konferensi The Royal College of Pediatrics and Child Health, Glasgow Skotlandia. Menurut peneliti, temuan tersebut menjadi kabar baik khususnya bagi para perempuan yang menunda hamil di usia muda.

Berbagai riset sebelumnya telah menyoroti tingkat infertilitas yang mungkin rentan dialami oleh wanita yang lebih tua dan risiko lebih besar terkena diabetes dan pra-eklampsia. Tapi penelitian terbaru tampaknya menunjukkan keuntungan untuk ibu yang lebih tua setelah mereka melahirkan, mungkin karena pengalaman mereka yang lebih besar dan kematangan.

Peneliti mencatat, jumlah ibu yang melahirkan di atas usia 40 tahun meningkat dari 15.000 pada tahun 2000 menjadi 27.000 pada tahun 2010.

Para peneliti dari Institute of Child Health, University College London dan Birkbeck College, London, mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa ibu yang lebih tua dapat menjadi orang tua yang lebih baik.

Dr Alastair Sutcliffe, peneliti dalam riset itu mengatakan, publisitas negatif yang muncul seputar ibu yang lebih tua didasarkan pada risiko fisik dari kehamilan dan persalinan.

"Kami memiliki bukti jelas bahwa ada sesuatu yang diidamkan untuk anak-anak dari ibu yang lebih tua ketimbang ibu muda. Kami dapat meyakinkan para perempuan yang lebih tua bahwa anak-anak mereka mungkin lebih baik," katanya.

The Wellcome Foundation yang mendanai penelitian ini mengamati 1.100 anak yang lahir dari perempuan berusia 40 tahun atau lebih. Kemudian peneliti membandingkan dengan 38.000 anak yang lahir dari perempuan yang lebih muda di Inggris. Usia anak-anak berkisar antara sembilan bulan sampai lima tahun.

Hasil menunjukkan, anak-anak dari ibu yang lebih tua cenderung jarang mengalami kecelakaan atau masuk rumah sakit dan memiliki risiko lebih kecil mengalami obesitas.

"Kami menemukan suatu rangkaian yang menunjukkan hubungan antara usia yang lebih tua dari ibu dan hasil yang lebih baik. Ini adalah efek dari penuaan semata," kata Sutclife.

"Pertanyaan besarnya adalah mengapa? Ibu yang lebih tua tampaknya memiliki keterampilan sebagai orangtua yang lebih baik. Mereka cenderung kurang impulsif, lebih tenang dan mempunyai pengalaman hidup yang lebih banyak sehingga membuat peran mereka sebagai orang tua lebih baik," tutupnya.



Cinta Membuat Dua Otak Anak Ini Beda


Otak anak berusia tiga tahun.

Ini adalah gambar otak dari dua orang anak berusia 3 tahun. Mengapa yang satu tampak lebih besar dari yang lain? Penyebabnya adalah faktor perhatian dan kasih sayang. Anak dengan otak yang lebih besar mendapatkan kasih sayang dari orang tua, sedangkan yang otaknya kecil ditelantarkan.


Seperti yang dimuat dalam jurnal the Proceedings of the National Academy of Sciences Early Edition, pakar ilmu saraf yang meneliti otak ini menyatakan perbedaan keduanya sangat mengejutkan. Otak berukuran kecil di sebelah kanan begitu berbeda, di mana banyak area pada otak yang hilang dibandingkan yang kiri.

Anak dengan otak sebelah kanan bukan tidak mungkin akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang cerdas, kurang berempati, cenderung rentan kecanduan dan terlibat kejahatan. Anak dengan otak kecil juga cenderung akan menjadi beban orang lain dan mengalami problem kesehatan mental dan fisik yang serius di kemudian hari.

Apa yang menyebabkan perkembangan kedua otak anak usia tiga tahun ini begitu berbeda?

Menurut analisa para ahli, penyebab utamanya adalah cara mereka diperlakukan orang tua. Anak yang pertumbuhan otaknya maksimal selalu mendapat perhatian dan kasih sayang dari ibunya. Sedangkan anak dengan ukuran otak yang menciut kerap diabaikan dan disakiti. Perbedaan perlakuan ini menjelaskan mengapa ada anak yang otaknya berkembang secara optimal, sedangkan anak yang lain tidak.

Profesor Allan Shore dari University California Los Angeles Amerika Serikat yang meneliti masalah ini menyatakan, pertumbuhan sel otak dipengaruhi oleh interaksi antara bayi dan pengasuh utamanya dalam hal ini seorang ibu.  "Pertumbuhan sel otak bayi membutuhkan interaksi positif antara bayi dan ibu.  Perkembagan sirkuit serebral tergantung pada hal tersebut," ujarnya.

Shore menekankan, jika seorang bayi tidak diperlakukan dengan baik pada dua tahun pertama kehidupannya, maka gen-gen yang bertanggung jawab untuk beragam aspek fungsi otak seperti kecerdasan tidak akan berfungsi dan bahkan tidak eksis.

Hal ini tentu memunculkan kekhawatiran serta implikasi yang menimpa pada anak-anak yang diabaikan orang tua pada dua tahun di awal kehidupannya. Semakin parah anak tersebut ditelantarkan orang tua, maka semakin nyata dampak kerusakan yang akan muncul.

Gambar perbedaan otak ini juga memunculkan kekhawatiran akan adanya siklus penelantaran anak-anak. Pasalnya, mereka yang ditelantarkan orang tuanya semasa kecil cenderung mengalami hambatan perkembangan otak, sehingga mereka pun cenderung melakukan hal yang sama pada anak-anak mereka.

Namun begitu, riset di AS menunjukkan bahwa siklus ini dapat diputus. Syaratnya perlu ada penanganan secara dini dan dukungan  penuh dari keluarga.

Seperti dilaporkan laman Neurosciencenews.com, riset ini adalah yang pertama menunjukkan bagaimana perubahan pada daerah penting dari otak anak berkaitan dengan pola asuh seorang ibu. Anak-anak yang mendapatkan perhatian penuh dari ibu pada awal kehidupannya cenderung memiliki otak dengan ukuran hippocampus, yang lebih besar. Hippocampus adalah bagian otak yang penting dalam pengaturan fungsi belajar, mengingat dan respons terhadap stres. 

Sumber :Telegraph

Kenali Penyebab Mr.P Loyo




Disfungsi ereksi (DE) atau dulu disebut impotensi dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi kaum pria. Kenali apa saja yang bisa menyebabkan Mr.P mendadak loyo.


Ada beberapa bentuk disfungsi seksual pada kaum pria, termasuk hilangnya libido dan gangguan ejakulasi. Namun, DE secara spesifik mengacu pada ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Pria yang menderita DE biasanya punya dorongan libido, tetapi organ vitalnya gagal merespons.

Berikut adalah beberapa penyebab Mr.P menjadi loyo.

- Penyakit kronis
Penyakit kronis yang paling erat kaitannya dengan DE adalah diabetes. Hampir separuh pasien diabetes mengalami kesulitan mencapai ereksi. Penyakit lain yang juga bisa memicu DE adalah penyakit jantung, pengerasan pembuluh darah, penyakit ginjal, dan multipel sklerosis.

- Gaya hidup
Gaya hidup yang merusak sirkulasi darah bisa menyebabkan terjadinya DE, misalnya saja merokok, kecanduan alkohol, serta penggunaan narkoba. Kegemukan dan kurang berolahraga juga meningkatkan risiko impotensi.

- Operasi
Tindakan operasi, termasuk terapi untuk kanker prostat, kanker kandung kemih sering kali juga merusak saraf dan pembuluh darah di sekitar penis. Pada beberapa kasus, kerusakan itu bersifat permanen.

- Obat-obatan
Beberapa jenis obat juga menyebabkan efek samping DE, misalnya, obat antidepresi dan tekanan darah tinggi. Konsultasikan kepada dokter jika obat yang diresepkan menyebabkan Anda kesulitan ereksi.

- Psikologi
Pada pria yang mulai paruh baya, umumnya gangguan ereksi yang dialaminya dipicu oleh masalah psikologis. Para pakar menyebutkan stres, depresi, rendahnya rasa percaya diri, dan kecemasan juga dapat menyebabkan ereksi.

- Bersepeda
Meski masih diperdebatkan, sebagian ahli mengatakan hobi para pria mengayuh sepeda bisa memicu gangguan ereksi. Beberapa atlet pesepeda diketahui banyak menderita DE. Penyebabnya ialah karena bentuk tempat duduk sepeda menekan perineum, area antara anus dan skrotum, yang mengandung saraf serta pembuluh darah vital untuk terjadinya rangsangan seksual.

Sumber : WebMD

Kunci Agar Hubungan Seks Jalan Terus

Olahraga bisa mengurangi stres sekaligus menurunkan gula darah.

Merasakan nyaman dengan diri sendiri bisa membuat Anda berada dalam posisi yang lebih baik dalam sebuah hubungan, termasuk kehidupan seks. Begitu diutarakan psikolog Karen Zager, Ph.D, seperti dikutip Web MD.

Itu artinya, Anda harus merasa baik dan tidak kelelahan. Sebab, kelelahan bisa berdampak negatif terhadap kehidupan seksual seseorang. Faktor lain sebenarnya juga berperan dalam menurunnya aktivitas seksual, misalnya kelebihan berat badan.

Banyak orang mencari cara agar mendapat pikiran dan tubuh yang lebih baik. Dimulai dari melakukan program penurunan berat badan bagi mereka yang mengalami obesitas dengan berolahraga atau mengonsumsi makanan yang baik, mengurangi stres, hingga memiliki waktu tidur yang cukup. Bila dilakukan dengan rutin, aktivitas sensual dan romantis pun dapat diperoleh.

Konsumsi makanan yang baik

Memang, belum ada bukti cukup kuat yang saling berhubungan antara diet seimbang dan performa di tempat tidur. Namun, diet buruk tak dipungkiri dapat menyebabkan masalah kesehatan yang pada akhirnya memengaruhi hubungan seksual.

"Penelitian menunjukkan bahwa binatang yang mendapat sedikit kalori cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah," ujar John Allred, Ph.D, profesor gizi di Ohio State University.

Berarti, kemungkinan terinfeksi suatu penyakit lebih mudah terjadi. Padahal, penyakit bisa menjadi hambatan yang besar dalam memperoleh hubungan seksual yang menyenangkan.

Contohnya, menurut Allred, penderita penyakit jantung, ada kemungkinan harus mengonsumsi obat jenis tertentu yang bisa menghambat aktivitas seksual. Atau malah, mereka justru khawatir akan mengalami serangan jantung bila melakukan aktivitas itu. Ya, tak perlu terlalu ekstrem, sakit ringan seperti flu, demam tinggi, atau badan tak enak, juga bisa membuat gairah asmara padam.

Tak salah kalau Mark Kantor, Ph.D, associate professor gizi dan ilmu pangan dari University of Maryland, mengatakan, "Anda akan merasa sexy bila terlihat dan merasa baik."

Salah satu jalan untuk mendapatkannya dengan mengonsumsi diet seimbang secara menyeluruh dan berolahraga teratur.

Rajin olahraga, dong!

Menurut American Council on Exercise (ACE), aktif secara fisik bisa menjadi obat viagra alami. Itu sebabnya mereka menganjurkan banyak orang, meluangkan waktu selama 20-30 menit melakukan olahraga setiap harinya.

"Pria dan wanita yang berolahraga secara teratur gairah seksualnya akan meningkat," ujar Cedric Bryant, Ph.D.

Mereka akan memperoleh peningkatan kepercayaan diri, kemampuan untuk meraih orgasme, dan kepuasan hubungan yang lebih besar. Namun, bila hal tersebut belum cukup memotivasi Anda maupun pasangan untuk berolahraga, pertimbangkan hal berikut.

Para peneliti menemukan bahwa ada hubungan antara ukuran pinggang dan disfungsi ereksi yang terjadi pada pria. Semakin besar ukuran pinggang, semakin besar pula kemungkinan mereka mengalami DE karena risiko terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah bertambah besar.

Perlu bukti lain? Penelitian menunjukkan bahwa olahraga sedang secara teratur bermanfaat positif terhadap masalah utama seksual, seperti disfungsi ereksi pada pria dan libido yang rendah, baik pada pria maupun wanita. Semua cukup masuk akal. DE kerap disebabkan buruknya aliran darah ke penis dan olahraga bisa memperbaiki kemampuan tubuh untuk memompa dan memperbaiki sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Hal serupa juga bisa terjadi pada perempuan. Dalam satu penelitian di University of Texas, Austin, perempuan aktif secara fisik yang menonton "film biru" memiliki aliran darah ke vagina 169 persen lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak aktif.

Ada lagi berita bagus lainnya. Mark mengatakan, olahraga dapat meningkatkan pelepasan hormon tubuh yang penting untuk meningkatkan hasrat seksual, kapasitas aerobik dan kekuatan otot, serta image tubuh sendiri.

Mimpi indah

Agar bisa tidur enak diperlukan kondisi tubuh dan suasana hati yang baik. Hasil jajak pendapat yang dilakukan National Sleep Foundation menunjukkan bahwa suasana hati dapat dipengaruhi oleh kecukupan tidurnya. Bila waktu tidur kurang, suasana hati pun bisa ikut-ikutan menurun.

Orang yang tidur kurang dari enam jam lebih mudah lelah, stres, sedih, dan marah-marah daripada yang tidur lebih dari delapan jam. Di sisi lain, mereka yang hanya mempunyai sedikit masalah dengan tidur dilaporkan penuh gairah, rileks, dan gembira.

Dalam praktik sehari-hari, Russell Rosenberg, Ph.D, direktur Northside Hospital Sleep Medicine Institute di Atlanta menjumpai pasien dengan kekurangan tidur kronis, tak hanya lelah secara fisik untuk melakukan hubungan seksual, tetapi juga mengalami penurunan libido atau gairah. Sayangnya, rendahnya keinginan seks selama ini tidak dianggap sebagai akibat dari kurangnya waktu tidur.

Penelitian menunjukkan, orang yang tidak cukup waktu tidurnya, cenderung untuk lebih mudah mendapat kecelakaan, kesulitan menurunkan berat badan, dan kemungkinan meningkatkan gangguan metabolik atau hormonal yang secara tidak langsung dapat menempatkan seseorang pada masalah kesehatan. Semua konsekuensi tersebut dapat dipastikan berpengaruh terhadap kehidupan seksualnya.

Rosenberg merekomendasikan untuk meningkatkan waktu tidur total, meski ini berarti hanya menambah setengah jam atau lebih per minggunya. "Coba saja, dan lihat pengaruhnya terhadap kehidupan seksual Anda," ujarnya.

Rileks, Yuk…

"Untuk mendapat kehidupan seksual yang sehat dan menyenangkan, Anda harus dapat mengenyahkan pekerjaan. Anda harus bisa beristirahat dan mengalami kesenangan," ujar Zager.

Ini berarti dapat secara sementara melupakan apa yang dikatakan bos di kantor, apa saja yang ada di dalam memo, tagihan yang mesti dibayar, dan kebutuhan anak. Di sini otak berperan. Seks memerlukan rileksasi dan waktu. Zager mencatat bahwa beberapa pasangan bisa terlalu stres dan sibuk untuk menikmati atau bahkan melakukan hubungan seksual. Itu sebabnya, ia menyarankan pasangan agar membuat prioritas.

Seberapa penting seks bagi Anda dan pasangan. Bila memang penting bagi hubungan Anda, ia menyarankan agar pasangan mencari waktu dan bersama-sama menurunkan stres atau kelelahan.  Rekomendasi yang disarankan di antaranya menghilangkan beberapa aktivitas dari kesibukan, mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk aktivitas yang tidak penting.

Soal istirahat, Zager menyarankan mengambil waktu 5-30 menit untuk berjalan, meditasi, berendam air hangat, melakukan yoga, atau hanya duduk diam. Waktu tersebut dapat membantu mengisi baterai diri dan membuat transisi antara pekerjaan, keluarga, dan kehidupan seksual. Bila Anda punya dasar yang kuat terhadap pengelolaan stres, membuat prioritas, dan mengurus diri sendiri dengan baik, Anda dapat membangun hubungan dengan orang lain dan menikmati kehidupan seks.

Selamat menikmati aktivitas seksual Anda!

Sumber : kompas.com

Inilah 7 Fakta Unik Seputar Sperma




Setiap ejakulasi seorang pria bisa menghasilkan 200 juta sel sperma. Meski begitu, cuma sel-sel sperma berkualitas prima yang mampu membuahi sel telur. Seberapa jauh Anda mengenal sel sperma? Kenali 7 fakta unik berikut ini.


1. Makanan berpengaruh

Ingin memiliki sel sperma yang trengginas atau perenang yang santai? Beberapa jenis makanan bisa memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Rajin mengasup ikan yang kaya akan asam lemak DHA diketahui bisa membuat sperma berenang dengan lincah dan memiliki fungsi yang baik.

Untuk pria yang mulai berusia lanjut, pola makan tinggi antioksidan atau multivitamin diketahui mencegah kerusakan DNA sperma. Vitamin E, zinc, dan folat juga diketahui berpengaruh positif bagi kualitas sperma.

2. Pria maskulin tak berarti spermanya hebat

Kaum wanita memang mudah tertarik pada pria yang bersuara berat dan maskulin. Namun, ternyata pria yang tampak maskulin itu memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dibanding pria yang bersuara lebih tinggi. Konsentrasi sperma bersuara berat juga lebih sedikit.

3. Bentuknya aneh

Sperma sering digambarkan memiliki bentuk kepala oval dengan semacam badan dan ekor yang panjang. Sayangnya, hanya sepertiga pria yang memiliki bentuk sperma "normal", yang lainnya berbentuk aneh atau lucu.

Menurut Dr Craig Niederberger, pakar fertilititas, kelainan pada bentuk sperma bisa terjadi pada tiga bagian, yakni kepala, bagian ekor, atau kombinasi. Sperma yang rusak bisa memiliki dua kepala, berukuran kepala kecil atau kebesaran, berleher bengkok, atau ekornya banyak.

4. Sperma hewan lebih aneh

Ternyata sel sperma hewan jauh lebih aneh daripada sperma manusia. Bukannya berenang sendiri, sperma hewan berenang berkelompok, berpasangan, atau bahkan membentuk rantai yang terdiri dari ribuan sperma.

5. Ditemukan oleh ilmuwan Belanda

Sebelum tahun 1677 sperma tidak pernah diketahui. Sperma baru dikenal setelah ilmuwan Belanda penemu mikroskop, Antony van Leeuwenhoek, melaporkan melihat molekul mirip belut dari contoh air maninya. "Tubuh molekul itu bulat, tetapi tampak tumpul di depan dan memiliki ekor yang panjang," tulis Leeuwenhoek dalam laporannya.

6. Banyak salah paham

Antony van Leeuwenhoek memang berhasil mengetahui adanya sel dalam cairan mani, tetapi ia tidak paham bagaimana proses pembuahan terjadi. Pada tahun 1600-an, para ilmuwan percaya bahwa manusia dibentuk dari lengkungan di dalam sel telur atau sel sperma. Mereka juga mengklaim bisa melihat bakal manusia berukuran kecil di dalam kepala sel sperma. Baru pada tahun 1879 teori pembuahan diketahui.

7. Dibantu progesteron

Sel sperma memang perenang yang ulung, tetapi mereka tetap perlu bantuan untuk membuahi sel telur. Hormon progesteron yang diproduksi di tubuh wanita akan membantu sperma menggerakkan ekornya untuk berenang ke membran sel telur. Protein dalam membran sel telur bertugas menerima sinyal hormonal tersebut.


Sumber : LiveScience

Fakta .... Makin Banyak Pria Tak Punya Sperma



Penyebab terbesar kemandulan pada pria adalah kelainan sperma yang cukup banyak jenisnya. Salah satunya adalah azoospermia atau cairan mani tidak mengandung sel sperma sama sekali. Jumlah pria yang mengalami kelainan ini makin banyak jumlahnya.


Menurut Prof Arief Boediono, Direktur Laboratorium Embriologi Klinik Morula IVF Jakarta, diperlukan sekitar 20 juta sel sperma untuk membuahi sel telur.

"Saat ini semakin banyak pria yang sel spermanya kurang, bahkan tidak ada. Di Jakarta, pria yang mengalami gangguan itu sangat banyak," katanya dalam acara media edukasi bertajuk "Teknologi Mutakhir Optimalkan Program Bayi Tabung" di Klinik Morula IVF Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Di Klinik Morula IVF saja, hampir 6 persen pria yang melakukan program bayi tabung menderita azoospermia. Belum lagi pria yang mengalami kelainan bentuk sperma dan kemampuan gerak atau motilitas.

Ditambahkan oleh dr Ivan Sini, SpOG, gangguan pada sperma sebenarnya juga ditemui pada populasi pria di banyak negara. "Gejala ini disebut juga dengan declaining male syndrome," katanya dalam kesempatan yang sama.

Penurunan kualitas dan jumlah sperma di dunia, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, sudah terlihat mulai tahun 1930-an. Perubahan gaya hidup, tingginya tingkat polusi, dan stres diduga berpengaruh pada kesehatan sperma.

"Kalau dulu menurut standar WHO jumlah sperma yang dianggap normal adalah sekitar 20 juta per cc, maka sejak tahun 2010 sperma 15 juta per cc sudah dianggap normal. Sekitar 10 tahun lagi bisa-bisa standar normalnya berkurang," kata Ivan, CEO Klinik Morula IVF.

Untuk menjaga kesuburan pria, Ivan menyarankan agar para calon ayah mulai memperhatikan gaya hidupnya. "Hindari rokok, alkohol, serta kurangi paparan polusi di sekitar kita," katanya.

Dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini pria yang menderita gangguan sperma tetap punya harapan untuk menimang bayi. Salah satunya adalah teknik pengambilan sel sperma terseleksi untuk dilakukan pembuahan lewat program bayi tabung.

Sumber : kompas.com

Hati-hatilah ..... Empeng Bayi Bisa Jadi Sarang Kuman





 
Sebaiknya bayi tidak diperkenalkan kepada empeng karena penggunaan yang tidak higienis bisa menyebabkan empeng menjadi sarang kuman dan bakteri.


Para peneliti melaporkan mereka menemukan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur di empeng yang dipakai oleh bayi dan balita.

Empeng juga bisa jadi media pertumbuhan lapisan tipis bakteri yang disebut biofilm, yang akan mengubah bakteri normal di mulut bayi. Biofilm ini memicu inflamasi dan berpotensi besar menyebabkan penyakit usus seperti kolik atau infeksi telinga.

Lebih parah lagi, tipe bakteri yang biasa ditemukan di empeng kotor diduga kuat juga berkaitan dengan penyakit jantung, sindrom metabolik, alergi, asma, dan penyakit autoimun.

Menurut Dr.Tom Glass, profesor ilmu forensik, patologi dan gigi dari Oklahoma State University, pori-pori plastik bisa menangkap jamur, bakteri, air dan sisa makanan sehingga menciptakan tempat yang ideal untuk pertumbuhan kuman dan bakteri.

Selain empeng, bakteri juga biasanya tumbuh pada alat orthodonti seperti pelindung mulut atlet, retainer, sampai gigi palsu.

Dalam penelitiannya Glass mengumpulkan 10 empeng milik anak-anak sehat yang sedang mengunjungi klinik dokter anak. Empeng itu kemudian di bawa di laboratorium yang didesain khusus sehingga bakteri dan kuman yang ada di empeng bisa tumbuh.

Setelah 24 dan 48 jam, para peneliti membandingkan pertumbuhan bakteri di laboratorium dengan di empeng yang sudah dipakai. Sekitar 10 empeng yang sudah dipakai terkontaminasi ringan dan 5 empeng terkontaminasi berat, dengan level bakteri mencapai 100 juta koloni unit pergram.

Para peneliti mengkultur 40 jenis bakteri dari 10 empeng yang sudah dipakai. Satu empeng terkontaminasi empat jenis Staphylococcus aureus.

Yang harus menjadi perhatian adalah banyak dari bakteri yang ditemukan di empeng itu banyak yang resisten pada antibiotik seperti penisilin dan methisilin. Dengan kata lain jika terinfeksi akan lebih sulit diatasi.

Glass tidak merekomendasikan orangtua untuk mengenalkan empeng supaya bayi mereka tenang.

"Setelah mengetahui hasil studi ini mengapa harus mengambil risiko? Harus dipahami bahwa empeng bisa menyebabkan penyakit, dalam jangka panjang berpotensi memicu diabetes atau pengerasan pembuluh darah," katanya.

Untuk mereka yang masih ingin menggunakan empeng, Glass menyarankan agar setiap harinya empeng direndam dalam cairan pembersih bakteri. Selain itu selalu sediakan lebih dari satu empeng bersih sehingga jika empeng terjatuh bisa langsung diberikan empeng bersih kepada bayi.

Ia juga menyarankan agar empeng diganti dengan yang baru setiap dua minggu sekali karena pori-pori dalam plastik empeng bisa meyimpan bakteri.

Meski begitu Dr.Ben Hoffman, direktur medis Childrens Safety Center mengatakan bahwa orangtua tidak perlu takut menggunakan empeng untuk bayi mereka selama kebersihannya dijaga.

Selain tidak higienis, sebenarnya penggunaan empeng pada bayi juga bisa memengaruhi lengkung rahang dan gigi anak. Kebiasaan memakai empeng sejak bayi juga bisa berlanjut sampai anak masuk usia sekolah.


Sumber : Healthday News