Menjamu Malaga di Signal Iduna Park, Rabu (10/4/2013) dinihari WIB, Dortmund lebih dulu tertinggal. Tim tamu unggul 1-0 lewat kaki Joaquin Sanchez.
Di menit-menit akhir babak pertama, Dortmund mampu menyamakan kedudukan. Gol ini tercipta atas nama Robert Lewandowski.
Malaga unggul lagi di babak kedua berkat gol Eliseu. Skor 2-1 untuk Malaga bertahan sampai waktu normal habis.
Saat tampak seperti akan kalah, Dortmund mendapatkan keajaiban. Mereka mencetak dua gol di injury time lewat Marco Reus dan Felipe Santana.
Kemenangan ini meloloskan Dortmund ke semifinal dengan skor agregat 3-2. Pada pertemuan pertama, mereka bermain imbang tanpa gol dengan Malaga.
Jalannya Pertandingan
Peluang bagus pertama pada laga ini diperoleh oleh Lewandowski pada menit ke-16. Usai menerima umpan dari Mario Goetze, Lewandowski melepaskan tembakan dari depan kotak penalti, tapi bola masih melambung.
Sembilan menit kemudian, Malaga sukses mengejutkan tim tuan rumah. Joaquin yang menguasai bola di depan kotak penalti mengecoh Marcel Schmelzer sebelum melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang menembus gawang Roman Weidenfeller.
Dortmund bisa menyamakan skor saat laga berusia 40 menit. Goetze mengirim umpan ke Reus, Reus kemudian membelokkan bola dengan tumitnya ke arah Lewandowski. Lewandowski yang berlari di kotak penalti lalu melewati kiper Willy Caballero sebelum menceploskan si kulit bundar ke gawang kosong.
Beberapa saat sebelum turun minum, Joaquin berpeluang membawa Malaga kembali unggul. Namun, sundulannya bisa diantisipasi Weidenfeller.
Di awal babak kedua, peluang yang didapat Lewandowski belum menghasilkan gol kedua Dortmund. Tembakannya bisa digagalkan Caballero.
Malaga nyaris mencetak gol pada menit ke-48. Berawal dari tendangan bebas Duda, Martin Demichelis menyundul bola ka arah Joaquin, tapi penyelesaian Joaquin mampu dimentahkan Weidenfeller.
Malaga mendapatkan kesempatan bagus pada menit ke-70 lewat tembakan jarak jauh Jeremy Toulalan. Tapi, Weidenfeller lagi-lagi menunjukkan reaksi yang baik dengan membendung laju bola.
Enam menit kemudian, Reus menyia-nyiakan peluang emas untuk membawa Dortmund unggul. Sontekannya dari jarak dekat bisa dimentahkan oleh Caballero.
Di menit ke-79, Caballero kembali membuat penyelamatan gemilang. Dia mementahkan percobaan dari Goetze.
Malaga kembali membuat publik tuan rumah terdiam pada menit ke-82. Lewat serangan balik, Isco mengirim umpan terobosan kepada Julio Baptista. Baptista kemudian melepaskan tembakan mendatar dan Eliseu tinggal mencocornya dari jarak dekat. Dortmund 1, Malaga 2.
Di menit kedua injury time, Dortmund sukses menyamakan skor menjadi 2-2. Diawali kemelut di kotak penalti Malaga, tembakan Reus membuat Caballero bertekuk lutut.
Pada menit berikutnya, serangan Dortmund kembali berbuah gol. Umpan silang Reus diterima Santana yang berdiri di mulut gawang. Meski sontekannya sempat diblok, Santana akhirnya sukses mengirim bola ke dalam gawang.
Susunan Pemain
Borussia Dortmund: Weidenfeller, Piszczek, Subotic, Santana, Schmelzer, Guendogan (Hummels 85'), Bender (Sahin 72'), Blaszczykowski (Schieber 72'), Goetze, Reus, Lewandowski
Malaga: Willy Caballero, Jesus Gamez, Sergio Sanchez, Demichelis, Antunes, Joaquin, Toulalan, Camacho, Duda (Eliseu 74'), Isco, Baptista (Santa Cruz 83')
(mfi/mrp)




Di kuburan ini, bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang yang dibuat di pohon Tarra'. Bayi ini dianggap masih masih suci. Pohon Tarra' dipilih sebagai tempat penguburan bayi, karena pohon ini memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Dengan menguburkan di pohon ini, orang-orang Toraja menganggap bayi ini seperti dikembalikan ke rahim ibunya dan mereka berharap pengembalian bayi ini ke rahim ibunya akan menyelamatkan bayi-bayi yang akan lahir kemudian.
Sungai Sa'dan memiliki panjang sekitar 182 km dan lebar rata-rata 80 meter serta memiliki anak sungai sebanyak 294. Di sepanjang Sungai ini terdapat beberapa jeram dengan tingkat kesulitan yang berbeda, seperti jeram Puru' dengan kategori tingkat kesulitan III; jeram Pembuangan Seba dengan kategori tingkat kesulitan IV, yaitupermukaan air di pinggir sungai yang lebar dan tiba-tiba menyempit dengan cepat; jeram Fitri dengan kategori tingkat kesulitan V, yaitu berupa patahan dan arus sungai yang menabrak batu besar yang dapat menyebabkan perahu menempel di batu dan terjebak diantaranya. Selain itu, topografi daerah ini juga sangat menarik dengan keindahan alam dan udara yang sejuk di sepanjang perjalanan.
Rambu Solo dalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruh prosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang "sakit" atau "lemah", sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman bahkan selalu diajak berbicara.
Puncak dari upacara Rambu solo ini dilaksanakan disebuah lapangan khusus. Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian ritual, seperti proses pembungkusan jenazah, pembubuhan ornament dari benang emas dan perak pada peti jenazah, penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan, dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Atapnya melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan bambu (saat ini sebagian tongkonan menggunakan atap seng). Di bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau. Bagian dalam ruangan dijadikan tempat tidur dan dapur. Tongkonan digunakan juga sebagai tempat untuk menyimpan mayat. Tongkonan berasal dari kata tongkon (artinya duduk bersama-sama). Tongkonan dibagi berdasarkan tingkatan atau peran dalam masyarakat (stara sosial Masyarakat Toraja). Di depan tongkonan terdapat lumbung padi, yang disebut 'alang'. Tiang-tiang lumbung padi ini dibuat dari batang pohon palem (bangah) saat ini sebagian sudah dicor. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara.
Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Londa terletak de Desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalai, sekitar 5 Km ke arah selatan dari Rantepao, Tana Toraja.
Ke'te Kesu berarti pusat kegiatan, dimana terdapatnya perkampungan, tempat kerajinan ukiran, dan kuburan. Pusat kegiatannya adalah berupa deretan rumah adat yang disebut Tongkonan, yang merupakan obyek yang mempesona di desa ini. Selain Tongkonan, disini juga terdapat lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir. Terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepao.
Lemo merupakan sebuah kuburan yang dibuat di bukit batu. Bukit ini dinamakan Lemo karena bentuknya bulat menyerupai buah jeruk (limau). Di bukit ini terdapat sekitar 75 lubang kuburan dan tiap lubangnya merupakan kuburan satu keluarga dengan ukuran 3 X 5 M. Untuk membuat lubang ini diperlukan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dengan biaya sekitar Rp. 30 juta. Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo anda dapat melihat mayat yang disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma Nene. Kuburan Batu Lemo ini terletak di sebelah utara Makale, Kabupaten Tana Toraja.
Pantai Losari merupakan icon Kota Makassar. Pantai ini dulunya merupakan pantai dengan meja terpanjang di dunia, karena warung-warung tenda yang berjejer di sepanjang tanggul pantai. Namun saat ini warung-warung tersebut telah direlokasi ke tempat yang tidak jauh dari kawasan wisata. Pemerintah Kota Makassar telah memperindah pantai ini dengan membuat anjungan, sehingga lebih bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Di sekitar pantai ini terdapat banyak kafe-kafe dan restoran yang menyajikan makanan laut yang masih segar. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Kota Makassar, seperti pisang epek, pisang ijo, coto Makassar, sop konro, dan lain sebagainya. Disepanjang pantai banyak juga terdapat penginapan, baik hotel kelas melati sampai hotel berbintang. Terdapat juga rumah sakit dan pusat perbelanjaan emas serta kerajinan/souvenir khas Makassar. Lokasi pantai ini terletak di Jantung Kota Makasar, yaitu di Jalan Penghibur sebelah barat Kota Makassar.
Pulau Samalona merupakan wilayah Kota Makassar yang luasnya sekitar 2,34 hektar. Pulau ini merupakan salah satu objek wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kawasan pulau ini sangat bagus utuk menyelam, karena di sekelilingnya terdapat karang-karang laut yang dihuni beraneka ragam ikan tropis dan biota laut lainnya. Pulau ini berjarak sekitar 6,8 Km dari Kota Makassar yang dapat ditempuh sekitar 20 – 30 menit dengan menggunakan speed boot. Di lokasi ini juga terdapat beberapa penginapan sederhana berbentuk rumah panggung yang dapat menampung sekitar 20 orang. Selain itu, tersedia juga beberapa warung makanan yang menyediakan aneka ragam seafood segar.
Benteng Somba Opu dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX. Benteng ini merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang dari Asia dan Eropa. Pada tahun 1669, benteng ini dikuasai oleh VOC kemudian dihancurkan hingga terendam oleh ombak pasang. Tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali oleh sejumlah ilmuawan. Dan pada tahun 1990, benteng ini direkonstruksi sehingga tampak lebih baik. Kini, Benteng Somba Opu menjadi sebuah objek wisata bersejarah di Kota Makassar yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Selain itu, terdapat juga sebuah meriam dengan panjang 9 m dan berat 9.500 kg serta sebuah museum yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Gowa.
Fort Rotterdam ini awalnya dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X dengan nama Benteng Ujung Pandang. Di dalamnya terdapat rumah panggung khas Gowa di mana Raja dan keluarganya tinggal. Pada saat Belanda menguasai are Banda dan Maluku, mereka mutuskan untuk manaklukkan Kerajaan Gowa agar armada dagang VOC dapat masuk dan merapat dengan mudah di Sulawesi. Dalam usahanya menaklukkan Gowa, Belanda menyewa pasukan dari Maluku. Selama setahun lebih Benteng digempur, akhirnya Belanda berhasil masuk serta menghancurkan rumah Raja dan seisi Benteng. Pihak Belanda memaksa sultan Hasanuddin untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, dimana salah satu pasal dalam perjanjian tersebut mewajibkan Kerajaan Gowa menyerahkan Benteng kepada Belanda.