Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Kamis, 14 Juli 2011

Raih Prestasi Sekolah, Cukupi Gizi Anak

Pemberian donasi dari A&W Restaurants kepada WFP Indonesia (Foto: Fitri/okezone)
Pemberian donasi dari A&W Restaurants kepada WFP Indonesia (Foto: Fitri/okezone)

USIA sekolah menjadi penentu masa depan anak. Kalau gizi selama belajar tidak tercukupi, bagaimana mungkin anak bisa berprestasi?

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi termiskin kelima di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan pangan paling mengkhawatirkan. Data Badan Pusat Statistik dan Riskesdas pada 2010 menyebutkan bahwa 13,2 persen anak mengalami kekurangan gizi kronis, 58,4 persen balita mengalami kekerdilan, dan 29,4 persen balita masih kekurangan berat badan. Alasan inilah yang mendasari perlunya perhatian khusus bagi provinsi NTT.

"Pemerintah daerah NTT percaya bahwa masa depan Indonesia tergantung dari generasi muda. Berkualitas tidak hanya ditunjang dengan pendidikan formal, tapi juga mutu otak yang baik, sehingga diperlukan nutrisi yang baik," kata Drs Bertoldus Lalo MM, Kepala Perwakilan Pemerintahan NTT pada konferensi pers "Tuntaskan Malnutrisi Demi Masa Depan Lebih Baik" di A&W Restaurants Mal Pondok Indah I, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011).

Guna memerangi permasalahan malnutrisi anak Indonesia, khususnya NTT, A&W Restaurants Indonesia dan World Food Program (WFP) kembali bekerja sama dalam kampanye World Hunger Relief. Kerja sama diawali sejak 2009 melalui program School Feeding yang bertujuan memerbaiki status gizi anak usia sekolah dalam membantu meningkatkan proses tumbuh kembang, tingkat kehadiran sekolah, prestasi anak, serta meningkatkan kesadaran perilaku yang berhubungan dengan gizi.

"Program dilakukan lewat pemberian biskuit berfortifikasi, beras, jagung, kacang merah, kacang hijau, dan lain-lain kepada anak-anak usia sekolah dasar," imbuhnya.

Tahun ini, A&W Restaurants Indonesia berhasil menggalang bantuan dari konsumennya melalui kotak yang tersedia di setiap outlet store. Selama kurun 22 Agustus hingga 28 November 2011, dana yang terkumpul mencapai Rp983.342.000 atau meningkat Rp34.541.750 dari tahun lalu.

"Kami melakukan survei terhadap siswa, kepala sekolah, dan guru tentang efektivitas program School Feeding. Hasilnya, gizi yang tercukupi ketika sarapan memungkinkan anak-anak untuk konsentrasi belajar sehingga prestasinya pun meningkat," sahut Peter Guest, Deputy Country Director WFP Indonesia pada kesempatan yang sama.

Pada 2010, WFP Indonesia telah membantu lebih dari 403.000 penduduk di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Timur Tengah Selatan dan Kupang di NTT.

"Masalah kurang gizi merupakan isu internasional. Efeknya dirasakan oleh anak-anak, generasi penerus bangsa. Dengan jaminan gizi seimbang, mereka tentu dapat belajar lebih maksimal," ujar Fery Senofil, Training Manager PT Biru Fast Food Nusantara.

Untuk kegiatan berikutnya, WFP Indonesia akan berfokus pada tiga pilar operasional, yaitu manajemen risiko bencana, nutrisi, dan jaring pengaman sosial, serta analisa dan pemetaan ketahanan pangan.

"Program kemitraan A&W dan WFP diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut berpartisipasi dalam mengentaskan permasalahan gizi buruk demi meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia. Di masa mendatang, kami akan mengajak kembali pelanggan dalam program ini," tutupnya.


(Fitri Yulianti - Okezone )


Support by. :












Tidak ada komentar:

Posting Komentar