Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Jumat, 09 Maret 2012

Usut Kasus Hambalang, Pimpinan KPK Satu Suara

JAKARTA,  Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) satu suara dalam mengusut kasus pembangunan pusat pelatihan olahraga di Hambalang, Jawa Barat. Belakangan ini KPK intensif mempercepat proses penyelidikan kasus yang menyeret nama Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum itu.

"Kasus Hambalang tidak ada pemahaman yang berbeda, artinya mereka (pimpinan) tidak ada perbedaan pendapat signifikan," kata juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi wartawan, Jumat (9/3/2012).

Kasus Hambalang ini masih dalam tahap penyelidikan di KPK sehingga belum ada penetapan tersangka. Kemarin, kata Johan, dilakukan gelar perkara (ekspos) yang membahas perkembangan penyelidikan tersebut. Dalam gelar perkara itu, hadir kelima pimpinan KPK. "Kemarin ada ekspos memang, membahas hasil penyelidikan proyek pembangunan Hambalang yang dihadiri Dirdik (Direktur Penyidikan) dan Dirtut (Direktur Penuntutan), dan pimpinan lengkap hadir. Belum tahu hasilnya seperti apa," ungkap Johan.

Sejauh ini,  KPK masih mencari indikasi tindak pidana korupsi berupa penggelembungan harga atau atau mark up terkait proyek senilai Rp 1,52 triliun itu. Proyek Hambalang dikerjakan dengan mekanisme tahun jamak atau multiyears.

Selain kemungkinan penggelembungan harga, KPK juga menelusuri dugaan praktik suap dalam proyek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya itu. Rencananya, KPK akan memeriksa Anas. Johan belum dapat memastikan kapan pemeriksaan terhadap Anas dilakukan.

Anas disebut

Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. Nazaruddin yang juga terdakwa kasus dugaan suap proyek wisma atlet menyebutkan adanya keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang.

Nazaruddin mengatakan, ada aliran dana Hambalang ke Anas. Dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu, kata Nazaruddin, Anas membagi-bagikan hampir 7 juta dollar AS kepada sejumlah dewan pimpinan cabang. Uang 7 juta dollar AS tersebut berasal dari Adhi Karya selaku pelaksana proyek Hambalang.

Selain itu, Nazaruddin mengungkapkan bahwa Anas membantu penyelesaian sertifikat lahan Hambalang yang sejak lama bermasalah. Berkat jasa Anas melobi Badan Pertanahan Nasional, Joyo Winoto, sertifikat lahan itu selesai diurus.

Soal proyek Hambalang ini juga terungkap dalam kesaksian Ketua Komisi X DPR, Mahyuddin. Berdasarkan keterangan Mahyuddin, terungkap bahwa Nazaruddin mengurus sertifikat lahan Hambalang dan melaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengenai sertifikat Hambalang yang telah selesai diurus. Terkait hal tiu, Andi mengatakan hal berbeda. Menurut Andi, masalah sertifikat Hambalang ini diurus staf Kemenpora, bukan oleh Anas maupun Nazaruddin.

Saat ditanya kemungkinan KPK memeriksa Mahyuddin atau Joyo, Johan mengatakan belum ada informasi untuk itu. Dalam berbagai kesempatan, Anas membantah terlibat ataupun menerima uang terkait proyek Hambalang
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar