Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Jumat, 18 Januari 2013

Batik Air, Maskapai baru pesaing Garuda Indonesia di 2013

Maskapai baru pesaing Garuda Indonesia di 2013

Ilustrasi Pesawat. Ilustrasi shutterstock.com

Dunia penerbangan di Indonesia nampaknya masih akan terus cerah tahun 2013 nanti. Bahkan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, analisa International Air Transport Association atau IATA memprediksi Indonesia akan menjadi pasar terbesar kesembilan di dunia untuk penerbangan domestik pada 2014 nanti. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat keenam di dunia untuk penerbangan internasional.

Seksinya penerbangan di Indonesia disebabkan karena Indonesia terdiri dari beberapa pulau yang dipisahkan oleh lautan. Indahnya alam Indonesia membuat banyak orang bepergian untuk berwisata.

Kementerian Perhubungan juga mengatakan pasar penerbangan nasional masih terus tumbuh sekitar 15รข€"20 persen per tahun, seiring pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata 6 persen setahun. Pada Semester I/2012 saja, jumlah penumpang udara sudah bertumbuh 19 persen menjadi 38 juta orang, baik penumpang domestik maupun internasional.

Menggeliatnya permintaan terhadap maskapai ini membuat banyak maskapai terus meramaikan langit Indonesia. Pada tahun 2013 nanti setidaknya ada 2 maskapai baru pesaing Garuda Indonesia yang bergerak dalam penerbangan pelayanan penuh dan eksekutif, terbang di langit Indonesia.

Salah satu maskapai tersebut adalah Batik Air. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan surat izin usaha penerbangan (SIUP) bagi maskapai berkonsep full services, Batik Air, pada akhir Agustus 2012 lalu. Maskapai ini adalah milik PT Lion Mentari Airlines. Batik Air ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2013.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti S Gumay, untuk bisa beroperasi, masih ada satu izin lagi yang harus dipenuhi PT Lion Mentari Airlines. "Mereka harus memiliki air operator certificate (AOC)," ujar Herry beberapa waktu lalu.

Untuk pengajuan AOC harus memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, antara lain Batik Air harus memiliki 10 unit pesawat, lima milik sendiri dan sisanya boleh dari menyewa.

Pihak Lion Air dikabarkan juga telah menyiapkan dua jenis pesawat untuk mengoperasikan Batik Air, yakni Boeing 737-900 ER dan 787 Dreamliner.

Maskapai kedua yang akan ikut meramaikan penerbangan Indonesia adalah Nam Air. Nam Air adalah anak usaha PT Sriwijaya Air yang akan bergerak dalam bisnis penerbangan layanan penuh (full service) berjadwal. Menurut Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie, Nam Air merupakan unit bisnis strategis untuk melayani rute domestik tertentu.

"Kami tengah mengurus Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) untuk Nam Air," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Nam Air ditargetkan mulai beroperasi pada 2013. Maskapai ini mengoperasikan rencananya akan mengoperasikan 20 pesawat buatan Embraer asal Brasil seharga USD 20 juta per unit untuk melayani rute domestik. Namun, Nam Air ternyata masih menghadapi kendala teknis. Menurut Chandra, hambatan terbesar ialah terbatasnya operator pesawat buatan Embraer di Indonesia.

Hingga saat ini belum ada maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan pesawat buatan Brasil itu. "Karena itu, kru kami tengah menjalani pendidikan di Brasil. Untuk tahap awal, jika memungkinkan Nam Air akan melayani penerbangan internasional," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar