Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Selasa, 19 Februari 2013

Ada Apa dengan Grup Bakrie?



Perusahaan keluarga Bakrie saat ini dikabarkan sedang menjual beberapa aset unggulnya. Apakah ini mengindikasikan bisnis keluarga Bakrie terpuruk?

Pakar pengelolaan perusahaan keluarga, AB Susanto, menyayangkan apa yang telah dilakukan keluarga Bakrie selama ini. Padahal, bisnis keluarga Bakrie ini sudah menggurita di semua lini bisnis.

"Ada miss match manajemen di perusahaan keluarga Bakrie, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Ini yang seharusnya tidak perlu terjadi," kata Susanto kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menurut Susanto, pengelolaan keuangan yang dinilai tidak tepat ini disebabkan karena perusahaan memakai utang jangka panjang untuk membiayai usaha yang memiliki jangka pendek. Begitu pula sebaliknya.

Susanto menganggap hal tersebut lumrah dijalankan oleh perusahaan-perusahaan keluarga Bakrie, khususnya di zaman Orde Baru. Di zaman itu, model-model bisnis seperti ini berkembang pesat. Namun, bila diterapkan di zaman demokrasi seperti saat ini, kondisi tersebut sudah kurang tepat.

"Mereka juga terlalu berspekulasi tinggi. Ini yang berbahaya," tambahnya.

Solusinya, keluarga Bakrie harus segera merevitalisasi keuangannya agar dapat berbisnis secara sehat.

Seperti diberitakan, Grup Bakrie telah menetapkan niat hengkang dari Bumi Plc. Namun, ada masalah lagi yang melanda, sebab Grup Bakrie harus menyediakan dana 278 juta dollar AS untuk membeli kembali saham (buyback) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bumi Plc.

Pembayaran buyback harus sudah selesai sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bumi Plc pada 21 Februari. Karena alasan tersebut, Grup Bakrie gencar mencari dana.

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) melalui PT Bakrie Swastika Utama dikabarkan menjual lahan di Rasuna Epicentrum. Total nilainya Rp 2,5 triliun. Selain itu, ELTY juga telah menjual Bakrie Toll Road (BTR) dan Lido senilai Rp 3 triliun. Kemudian PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) telah menjual lahan sawit seluas 16.000 hektar. UNSP juga ingin menjual perusahaan olekimia Grup Domba Mas 470 juta dollar AS. Bakrie juga dikabarkan ingin menjual 51 persen saham di PT Visi Media Asia Tbk .

Sumber : kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar