Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Kamis, 11 September 2014

Ini Alasan Wanita “Memburu” Pria Tua dan Kaya Raya


salah satu adegan dalam film dokumenter

Usai lulus kuliah, Parinda Wanitwat (23), khawatir dengan kondisi keuangannya karena jumlah utang pada bank untuk biaya pendidikan yang tidak murah. Namun, sebuah artikel pada majalah Vanity Fair mengenai sugar babies atau wanita muda yang berkencan dengan pria tua, menggelitik rasa penasarannya.

Tertarik melihat kehidupan para wanita muda tersebut, akhirnya Wanitwat ia mencoba melihat-lihat situs seekingarrangement.com untuk mengetahui cara kerja para sugar babiestersebut.

"Aku merasa pekerjaan dan situs ini tidak aman untukku," ujar Wanitwat yang bermukim di New York, Amerika Serikat.

Situs tersebut kali pertama beroperasi pada tahun 2006, dan menawarkan jasa untuk mempertemukan pria kaya dan wanita muda cantik, di mana keduanya dapat saling melengkapi kebutuhan masing-masing.

Dalam situs ini, pria kaya setengah baya diistilahkan dengan "sugar daddy", lalu sang wanita panggilan muda cantik disebut dengan "sugar babies".

Gaya hidup yang dianut oleh sejumlah orang tersebut menginspirasi Wanitwat untuk menggarap film dokumentasi bertajuk "Daddies Date Babies", yang direncanakan rilis pada akhir Desember 2014 mendatang.

Saat proses produksi film dokumenter ini, Wanitwat berhasil mewawancarai dua wanita "sugar babies", mereka secara terbuka mengisahkan profesi dan kehidupan sebagai sugar babies.

"Aku memutuskan menjadi sugar babies karena aku tak memiliki pekerjaan dan tumpukan utang, setelah lulus kuliah," ujar Tess Wood (25) pada The Huffington Post. "Saat itu, pekerjaan ini terlihat lebih mudah daripada menjadi pelayan bar,".

Sejauh ini, Wood telah memiliki klien yang tersebar di Chicago, New York, dan Florida. Baginya, jenis hubungan yang ia jalani bersama mereka, sama sekali tidak memberikan kepuasaan batin sebagai seorang wanita.

Lain lagi yang diungkapkan oleh Stephany Xu (23), entrepreneur, sekaligus teman dari Wanitwat. Xu mengatakan ketertarikannya pada pria tua dikarenakan mereka dapat memberikannya kestabilan dalam hal finasial.

Untuk memudahkannya bertemu dengan pria tua potensial, lima tahun yang lalu Xu sempat bergabung dengan Seeking Arrangement, tapi sekarang sudah sama sekali tidak aktif.

"Pria pertama yang aku kenal dari situs ini adalah seseorang yang luar biasa dan tak terlupkan," ujar Xu. "Dia adalah pria yang manis, baik, royal, dan sangat pengertian. Hingga hari ini, aku masih suka bertemu dengannya, tapi sesekali saja,".

Xu mengaku suka berbelanja dengan kartu kredit, dan pria-pria tua yang pernah kencan dengannya memiliki kemapanan finansial yang bersedia membayar semua kebutuhan Xu, sekaligus melunasi utang kartu kreditnya.

"Untuk urusan bayar membayar tak menjadi kewajiban dalam hubunganku dengan kekasihku yang sudah berumur. Itu seperti sesuatu yang terjadi begitu saja," terangnya.

Xu dan Wood mengaku jenis hubungan yang mereka jalani lebih "terhormat" dibandingkan dengan pelacuran dan sebagainya. Keduanya mengatakan bahwa beberapa klien mereka telah memberikan akses pada lingkup sosial yang sebelumnya tidak terjangkau, dan juga memberikan standar gaya hidup yang mendorong semangatnya untuk lebih giat mencari uang.

Xu sendiri kini tengah menjalani hubungan serius dengan seorang pria tua yang selalu mengajaknya makan malam di tempat mahal, berbelanja, dan berdisko setiap malam. Kehidupan demikianlah yang memang ia dambakan selama ini.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar