Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Rabu, 11 April 2012

Hati-hati ... Rontgen Gigi Bisa Picu Tumor Otak


Ilustrasi rontgen gigi

Bagi Anda yang sering melakukan pemeriksaan gigi menggunakan sinar x atau rontgen, sebaiknya waspada. Sebuah riset terbaru di Amerika Serikat yang dipublikasikan pada 10 April 2012  dalam jurnal Cancer mengindikasikan, mereka yang sering menjalani rontgen pada gigi memiliki risiko lebih besar mengidap tumor pada kepala yang umum disebut meningioma.

Tumor ini tumbuh pada lapisan dalam tengkorak. Kebanyakan tumbuh secara lambat, tetapi mereka dapat menyebabkan masalah dan bahkan bisa mematikan jika mulai memberikan tekanan di otak.

Dalam kajiannya, para akademisi dari Yale University School of Medicine di New Haven, Connecticut, dan Brigham and Women Hospital, Boston, Mass, melakukan pengamatan terhadap dua metode penyinaran (x-ray) yang disebut "bitewing" dan Panorex.

Riset itu melibatkan hampir 3.000 orang dewasa berusia 20-79 tahun, sekitar setengah (1.433 orang) di antaranya didiagnosis dengan tomor. Peneliti menemukan, pasien yang sering menjalani radiasi sinar x atau rontgen pada area gigi berkaitan dengan risiko lebih tinggi mengembangkan kanker.

Secara khusus, pasien yang pernah menjalani pemeriksaan Panorex sekali setahun atau lebih, memiliki risiko 2,7 hingga 3 kali lebih besar mengidap kanker meningoma, tergantung pada usia,  ketimbang orang yang tidak pernah melakukan rontgen ini. Sementara peserta yang pernah melakukan rontgen "bitewing" setidaknya setiap tahun, risikonya 1,4 sampai 1,9 kali lebih besar mengidap kanker meningioma.

Meningioma adalah tumor pada selaput pelindung otak, yang lebih banyak menyerang wanita daripada pria, terutama di usia 50-60 tahun. Tapi, kebanyakan meningioma bersifat jinak.

Penulis studi Dr Elizabeth Claus, mengatakan, meskipun pasien dengan masalah gigi saat ini mendapatkan paparan radiasi yang lebih rendah ketimbang di masa lalu, tetapi peneliti meminta dokter gigi dan pasien untuk mempertimbangkan kapan dan kenapa rontgen itu perlu dilakukan.

"Saya berharap penelitian ini akan membantu untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan rontgen gigi secara optimal," ujarnya.

Pedoman dari American Dental Association menyebutkan, anak-anak bisa mendapatkan satu kali penyinaran setiap 1 atau 2 tahun; untuk anak remaja satu kali dalam kurun waktu 1,5-3 tahun, sedangkan orang dewasa bisa mendapatkan penyinaran sekali dalam 2-3 tiga tahun.

Sementara itu, Michael Schulder, wakil ketua departemen bedah saraf dari Cushing Neuroscience Institute, menyatakan tidak terkejut dengan temuan tersebut.

"Ini seharusnya tidak mengejutkan, mengingat hubungan antara radiasi dan pengembangan meningioma yang telah diketahui pada berbagai konteks lain," kata Schulder, yang tidak terlibat dalam penelitian.

"Kemungkinan timbulnya tumor pada pasien gigi yang menjalani penyinaran masih rendah. Meskipun demikian, dokter gigi dan pasien harus mempertimbangkan lagi penyinaran yang terlalu sering setiap tahunnya, kecuali ada gejala pada gigi pasien yang benar-benar perlu penyinaran," tutupnya.

Sumber : AFP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar