Bisnis Tiket

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini


Sabtu, 04 Februari 2012

Anggaran Kebersihan Bandara Sultan Hasanuddin Dikorup?

ilustrasi (ist)
ilustrasi (ist)
MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menelisik adanya korupsi pada anggaran perawatan dan kebersihan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Anggaran sebesar Rp16 miliar per tahun tersebut kuat dugaan telah disalahgunakan oleh pengelolah dan rekanan terkait.
 
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar Chaerul Amir, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 10 rekanan yang bekerja sama dengan pihak bandara yang khusus menangani masalah perawatan dan kebersihan bandara.
 
"Kita akan melakukan pemanggilan lagi kepada rekanan lain soal itu (kebersihan dan perawatan)," kata dia, Sabtu (4/2/2012).
 
Dari data kejaksaan, sebanyak 32 rekanan yang bekerja sama dengan PT Angkasa Pura sebagai pengelolah bandara. Ke-32 rekanan tersebut menangani masing-masing pekerjaan yang tidak bisa dilakukan pihak bandara, seperti untuk perawatan toilet dan lain-lain.
 
Kejati menelisik dugaan korupsi di perawatan dan kebersihan tersebut berdasar dari berbagai temuan. Soal kebersihan misalnya, masih banyaknya ditemukan sampah di sana sini, begitu juga dengan kebersihan toilet dan layanan parkir yang masih menyimpang.
 
Sementara itu, soal dugaan awal adanya korupsi di pengadaan Air Traffic Controller (ATC) atau alat kontrol lalu lintas udara senilai Rp24 miliar yang pertama kali diungkap Kejaksaan, dinilai telah disalahgunakan hingga saat ini terus berlanjut. Walau terkesan tertutup, Kejaksaan tetap mengakui telah memeriksa manager terkait.
 
"Kita terus melakukan penyelidikan, status hukumnya masih sebatas penyelidikan, sebentar lagi akan naik ke penyidikan," tutur dia.
 
Biaya perawatan di luar Rp24 miliar tersebut pula tidak dipergunakan sebagai mana mestinya. Sehingga sempat beberapa kali ATC di Bandara Sultan Hasanuddin tidak berfungsi dengan maksimal. Hal ini terlihat Mei tahun lalu, ketika puluhan pesawat mengalami delay karena gangguan teknis.
 
Chaerul mengatakan, Rp16 miliar biaya yang dikeluarkan pihak bandara untuk perawatan dan kebersihan termasuk untuk perawatan ATC yang menjadi awal dimulainya penyidikan ini. "Perlu diingat, kasus ini merupakan aduan masyarakat yang kami kembangkan," ujarnya.

Sumber : okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar